search

Solo The Spirit of Java

Solo The Spirit of Java
Welcome to my blog
Share |

Greg: “Saya Senang Bisa Kembali”

Greg Nwokolo. Siapa yang tidak mengenal nama tersebut? Bagi publik bola di kota Solo dan sekitarnya, nama Greg Nwokolo begitu dikenal dan sangat membekas di hati para pecinta sepak bola di Solo dan sekitarnya. Ya, nama Greg sempat berkibar sebagai salah seorang pesepak bola handal yang bermain di klub promosi Persis Solo pada tahun 2007 lalu. Pemain impor hitam legam asal Nigeria tersebut adalah bintang lapangan hijau bagi klub yang disupport oleh suporter Pasoepati.


Greg Nwokolo, kehadirannya di stadion Manahan bagai nostalgia

Sekarang, setelah memutuskan berpisah dengan Persis Solo pada tahun 2008 silam, Greg Nwokolo pun kembali hadir di stadion Manahan. Namun kehadirannya tidak untuk membela panji-panji Persis Solo, melainkan Persija Jakarta. Seperti yang diketahui, kemarin sore (23/10) Badan Liga Indonesia (BLI-red) memindahkan laga Pelita Jaya melawan Persija Jakarta di stadion yang memberikan Greg begitu banyak kenangan bersama Persis dan Pasoepati.

Greg adalah seorang yang ramah, begitu pun saat redaksi meminta dirinya meluangkan sedikit waktu untuk sesi wawancara selepas pertandingan. Raut muka yang letih karena pertandingan yang berat seakan hilang setelah tahu yang melakukan wawancara terhadap dirinya adalah Pasoepati.Net.

Berikut adalah hasil wawancara redaksi Pasoepati.Net bersama Greg Nwokolo setelah pertandingan Pelita Jaya melawan Persija Jakarta kemarin sore (23/10) di stadion Manahan:

Redaksi (R): Halo Greg, apa kabar?

Greg (G): Kabar baik

R: Bagaimana perasaanmu bisa kembali bermain di stadion Manahan sore ini?

G: Saya sangat senang sekali, betul-betul sangat senang bisa kembali merasakan atmosfer di stadion Manahan. Bermain di sini (Manahan-red) seakan bernostalgia seperti saat memakai seragam persis Solo dan didukung oleh ribuan Pasoepati.

R: Apakah kamu tidak ingin kembali bermain untuk Persis Solo?

G: Saya pasti ingin sekali bisa kembali bermain untuk Persis Solo. Kota Solo memberikan begitu banyak kenangan selama saya bermain bersama Persis beberapa waktu lalu. Begitu juga dengan Pasoepati yang terkenal militan dalam mendukung timnya. Saya merindukan itu semua. Suatu saat saya ingin kembali.

Obrolan pun diputus oleh pihak keamanan karena bus yang membawa pemain Persija segera berangkat dan redaksi pun mengakhiri perbincangan ini.

R: Ok Greg, terima kasih atas sedikit waktunya. Senang bisa berbincang-bincang dengan kamu. Kapan-kapan kita ngobrol lagi.

G: Iya sama-sama, semoga Persis Solo musim ini bisa menunjukkan performa yang lebih baik dan sampaikan salam saya kepada Pasoepati. (BS)

»»  Baca Selengkapnya...

Fabianski Mantap, Almunia Bagaimana?


Sudah sebulan Manuel Almunia tak mengawal gawang Arsenal. Penggantinya Lukasz Fabianski tampil cukup meyakinkan. Bagaimana nasib Almunia? Soal ini Arsene Wenger punya jawabannya.

Penampilan terakhir Almunia adalah dalam laga melawan West Bromwich Albion, 25 September silam. Saat itu kiper asal Spanyol kebobolan tiga gol dan Arsenal menyerah 2-3.

Sejak itu Wenger mempercayakan posisi shot stopper kepada Fabianski. Kiper Polandia ini identik dengan blunder. Namun kali ini ia berhasil menjawab kepercayaan sang manajer.

Fabianski sejauh ini sudah tampil dalam lima partai resmi yang dilakoni Arsenal. Hasilnya tim Gudang Peluru menang empat kali dan sekali kalah. Dalam periode tersebut kiper kelahiran 18 April 1985 itu kebobolan rata-rata satu gol tiap laga.

"Dari pertandingan ke pertandingan, Fabianski menunjukkan apa yang kita lihat saat latihan. Kadang dalam pekerjaan Anda harus tegar dan melawan opini yang beredar. Ketika Anda mengetahui bahwa pemain memiliki bakat dan Anda yakin akan hal itu, maka semuanya akan lebih mudah," ujar Wenger seperti dikutip dari situs resmi Arsenal.

Penampilan Fabianski yang memuaskan sejauh ini berpotensi membuat Almunia tersingkir. Wenger memiliki jawabannya soal kiper yang membela Arsenal sejak 2004 itu.

"Saya tidak pernah mengatakan secara pasti kapan Almunia bakal bermain lagi karena kita selalu ingin kebebasan dalam melakukan perubahan. Perubahan dilakukan ketika diperlukan. Saat ini, dengan melihat seperti apa penampilan Almunia, maka dia sama sekali tidak bisa disalahkan," demikian The Professor.
»»  Baca Selengkapnya...

Akhiri Puasa Gol, Del Piero Langsung Samai Rekor


Alessandro Del Piero mengakhiri puasa gol-nya di Seri A. Satu gol yang ditorehkan pemain Juventus ini ke gawang Lecce juga membawanya ke menyamai rekor Giampiero Boniperti.

Menghadapi Lecce, Minggu (17/10/2010) malam WIB, Del Piero baru tampil menit ke-78. Ia masuk menggantikan Fabio Quagliarella.

Kurang dari lima menit berada di lapangan, pemain berjuluk Il Pinturicchio itu berhasil melesakkan satu gol ke gawang Lecce.

Gol ini bukan hanya menggenapi kemenangan Bianconeri, namun membawa Alex menyamai catatan salah satu pemain legendaris Giampiero Boniperti. Dengan gol ini, maka koleksi gol Del Piero di Seri A adalah 178.

"Saya gembira. Di Seri A saya sudah lima bulan tidak mencetak gol. Saya puas karena menyamai pemain sebesar Boniperti, sosok yang selalu berada di hati suporter Juventus. Ini merupakan alasan untuk bangga," ujar Del Piero dilansir dari situs resmi klub.

Empat tahun silam, maskot Juventus itu berhasil mengungguli pencapaian Boniperti yakni catatan 182 gol di seluruh kompetisi. Kini Del Piero tinggal butuh satu gol lagi untuk kembali melampaui catatan pemain Juventus tahun 1946-1961 itu.

"Apakah saya harus memecahkan rekornya? Boniperti selalu berkata bahwa dia bakal gembira bila saya mampu memecahkan rekor itu. Saya akan menelponnya dan berbicara tentang itu, namun saya yakin harapannya bakal menjadi nyata," kata pemain berjuluk Il Pinturicchio

Del Piero terhitung sebagai pemain yang sepuh di Seri A. Meski begitu ia masih belum kehilangan ketajaman. Lantas apa rahasia dari pemain kelahiran 9 November 1974 itu?

"Selalu menetapkan tujuan untuk diri sendiri, bekerja sembari menikmati pekerjaan itu, bekerja dengan perasaan antusias dan gairah, dan total pada profesi ini," ujar Del Piero.

"Saya sudah melakukan hal-hal itu. Selama kaki dan semangat saya mengizinkan, maka saya akan lebih dari gembira bila punya kesempatan untuk melanjutkan ini semua," tutup dia.
»»  Baca Selengkapnya...

Juve Menang Berkat Kreasi Krasic


Turin - Milos Krasic semakin menunjukkan dirinya sebagai pemain penting di Juventus. Andai tidak mencetak gol, gelandang Serbia ini tampil sebagai kreator dari lahirnya skor bagi Bianconeri.

Juventus mengalahkan Lecce empat gol tanpa balas, Minggu (17/10/2010) malam WIB. Tujuh puluh lima persen dari gol Juventus lahir berkat kreasi Krasic.

Gelandang 25 tahun itu dua kali mengirimkan assist yang berhasil dimanfaatkan Fabio Quagliarella dan Alessandro Del Piero, dan satu kali "menghasilkan" penalti bagi Juventus.

Dilansir dari Soccernet, koleksi assist Krasic di Seri A saat ini mencapai angka lima. Ada pun gol yang sudah dia bukukan adalah tiga.

Tidak diragukan lagi, mantan pemain CSKA Moskow itu menjelma menjadi sosok penting bagi La Vecchia Signora.

"Krasic sudah mulai menyatu dengan sistem dan pergerakan pemain, di sisi lain kami memberikannya bantuan untuk berkembang," ujar pelatih Juventus Luigi Del Neri di Football-Italia.

"Ia sangat agresif dalam situasi satu lawan satu. Ia sangat paham bagaimana caranya menyerang lewat ruang dan sangat efektif."

"Krasic merupakan pemain yang penting, melakukan yang terbaik. Dengan karakteristik dan dukungannya, apa yang dia lakukan saat ini sungguh krusial, meski dia tidak bisa selalu 100 persen," tutup Del Neri.
»»  Baca Selengkapnya...

Awali Kompetisi, Persis Solo Main di Banyuwangi

Klub kebanggaan wong Solo, Persis, akhirnya telah resmi ditetapkan oleh Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) sebagai salah satu peserta kompetisi divisi 1 musim depan. BLAI juga telah menetapkan sistem kompetisi divisi 1 dengan sistem turnamen kandang 5 putaran dan meninggalkan sistem kompetisi lama yakni sistem kandang dan tandang.

Menurut sumber yang terpercaya, didapatkan sebuah kabar berita bahwa Persis Solo akan memulai kompetisi divisi 1 dengan bermain di Banyuwangi guna mengikuti kompetisi divisi 1 sistem home turnamen putaran pertama. Lawan-lawannya yang mesti dihadapi diantaranya adalah Perswangi Banyuwangi, Persista Sintang, Persedikab kab. Kediri dan Persewon Wondama.

Meski komposisi lawan-lawan Persis telah diketahui dari sekarang, namun kepastian tanggal dimulainya kompetisi divisi 1 ini belumlah diketahui secara pasti karena pihak BLAI sendiri sampai saat ini masih disibukkan dengan segala persiapan yang berkaitan dengan kompetisi.

»»  Baca Selengkapnya...

Persis Solo Di Divisi Satu

Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) telah merilis pembagian grup kompetisi Divisi Satu Liga Indonesia. Sebanyak 66 tim akan berpartisipasi dalam kompetisi kelas tiga PSSI ini. Dari 66 tim tersebut, sebanyak 9 tim belum mendaftarkan keikutsertaannya ke BLAI, dan salah satu tim tersebut adalah persis Solo.

Delapan tim lain yang belum mendaftar adalah Persidago Gorontalo, Gaspa Palopo, Persibom Bolaang Mongondow, PS Bank Sumsel, Persepar Palangkaraya, PS Banyu Asin, PS Pelalawan dan PSKS Cilegon. Musim ini kompetisi Divisi Satu akan dimulai 26 September, dibagi dalam 12 grup dan digelar dengan sistem home tournament.

Persis Solo pun sampai saat ini masih menunggu keputusan dari Badan Liga Indonesia (BLI) mengenai penyelenggaraan babak Play Off beberapa waktu yang lalu, ditambah lagi dengan pelaporan kasus percobaan penyuapan yang dilakukan oleh Persiku Kudus terhadap beberapa pemain persis Solo. “Kami masih menunggu keputusan final dari BLI mengenai babak Play Off beberapa waktu lalu. Laporan kami tentang percobaan penyuapan juga masih dibahas. Jika dulu BLI melayangkan surat kepada kami untuk mengikuti babak Play Off, maka setelah Play Off pun kami diberi pemberitahuan mengenai siapa yang akhirnya lolos degradasi”, jelas Sekretaris Umum Perssi Solo Rubhan Ruzziyanto.

Gelaran kompetisi Divisi Satu yang tinggal sebentar lagi pun seharusnya memaksa Persis Solo segera melakukan tindakan, mengingat nama persis Solo tercantum dalam pembagian grup kompetisi Divisi Satu yang dirilis oleh BLAI. ” Kami masih tetap menunggu hasil dari sidang Komdis PSSI kemarin. Waktu yang mepet masih cukup untuk membentuk tim, mengingat di Solo banyak bakat potensial”, pungkas Rubhan.

»»  Baca Selengkapnya...

Selama mereka masih di PSSI JANGAN HARAP Indonesia Bisa ke Piala Dunia

4-3-2009-naslogo pssiSeperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagaian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.

Perhelatan sepakbola dunia sudah usai dengan tampilnya Spanyol sebagai jawara dunia setelah mengandaskan Timnas Oranje-Belanda dengan skor tipis 1-0 di perpanjangan waktu lewat gol pemain Catalan, Andres Iniesta.

Banyak pengalaman dan belajar yang kita petik daripada perhelatan besar ini terutama jika ingin membentuk sebuah tim modal yang utama adalah kekompakkan dan meninggalkan ego satu dengan yang lain dengan nama negara, kita bisa lihat bagaimana sebuah timnas Korut yang kita tahu secara politik internasional negara ini cukup misterius dan mengisolasikan diri dari negara-negara luar tetapi karena misterius dan mengisolasikan diri inilah yang membuat mereka kuat dan lolos putaran final Piala Dunia walaupun harus kalah dari Brazil, Portugal dan Pantai Gading dengan produktivitas 1-12 tetapi mereka bisa memukau dunia dengan menahan permainan Brazil hinggal menit ke-50 dan mencetak gol dengan indah ke gawang Julius Caesar.

Atau kesebelasan Putih-Putih, Selandia Baru yang mencatatkan rekor tidak terkalahkan di ajang Piala Dunia bahkan sempat unggul melawan Italia walaupun akhirnya harus imbang, atau tiga kemenangan besar pasukan muda Jerman ketika menghadapi tim musuh bebuyutannya, mereka berhasil menghajar Inggris dan Argentina dengan skor telak 4-1 dan 4-0 dan pada babak penyisihan group pun mencukur tim kangguru dengan skor 4-0 ! dan masih banyak lagi cerita-cerita menarik, sedih, gembira kalau kita mengingat Piala Dunia 2010.

“ Bapak harus mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI, karena kalian dianggap mempermalukan bangsa. Bapak yang beranggung jawab atas semua ini “

Azwar Anas, Ketum PSSI ketika menyambut Timnas Piala Tiger 1998

Bagaimana dengan Indonesia ? penulis dan mungkin para penikmat sepakbola di tanah air pun mungkin muak pengen muntah kalau ditanya kapan Indonesia main di Piala Dunia, padahal negara kita kalau di peta adalah negara paling besar selain China dan Rusia tetapi kenapa tidak pernah masuk putaran final Piala Dunia yach walaupun banyak pihak bilang Indonesia pernah main di Piala Dunia pada tahun 1938 tetapi itu BUKAN INDONESIA tetapi Hindia Belanda ! China saja yang berpenduduk paling besar di dunia saja PERNAH merasakan pertarungan Piala Dunia, Korea Utara dan Selandia Baru saja yang geografisnya masih lebih besar geografis pulau Jawa BISA main di Piala Dunia sedangkan kita ? hanya terpaku sambil meneteskan air liur ketika menyaksikan pertandingan yang “dibantu” oleh stasiun televisi yang mendapatkan hak siar atau membaca tulisan jurnalis yang dikirim oleh kantornya ke ajang tersebut atau mendengar sanak-saudara yang kebetulan nonton atau menjuarai sebuah kompetisi iseng-iseng berhadiah benar tidak ?

Kalau boleh mengambil sebuah lirik lagu sepakbola kita ini mau dibawa kemana ? sepakbola kita hanya bisa garang di tanah sendiri tetapi macan ompong ketika keluar rumah, kita bisa lihat bagaimana garangnya Persipura, Persiwa dan Sriwijaya FC di kompetisi Liga Super berapa puluh gol mereka cetak tetapi apakah garang juga begitu keluar dari tanah Indonesia ? TIDAK kita bisa lihat bagaimana anak-anak Persipura di ajarin bagaimana cara bermain sepakbola yang baik dan benar dari klub China sampai 9 GOL ! begitu juga dengan Persiwa melawan tim yang boleh kita bilang dari urutan peringkat FIFA saja masih jauh di bawah kita ternyata kalah hanya Sriwijaya FC saja yang bisa mengimbangi tetapi tetap saja ujungnya KALAH dan TERSINGKIR dari ajang internasional !!

Itu baru klub bagaimana dengan Timnas kita ? ternyata tidak jauh berbeda kalau boleh penulis bilang kalau melihat timnas kita bertanding ibarat kita menyaksikan PARADE BOY BAND sedang beraksi tetapi tidak ada hasilnya !! kalau pemain luar negeri seperti CR-9, Kaka, Pato mereka memberikan yang terbaik dan pantas sesuai dengan kontraknya baik di klub maupun Timnas bahkan mereka rela berjuang di klub untuk main agar bisa masuk Timnas, sedangkan timnas negara ini ? gaji besar bahkan melebihi gaji RI-01 atau direksi BUMN tetapi prestasi untuk timnas mana ? pasti diantara pembaca pasti membela dengan mengatakan bahwa Indonesia pernah kok juara itu Juara Piala Kemerdekaan tahun 2008 di Jakarta, kalau anda bilang Indonesia juara Piala Kemerdekaan tahun 2008 penulis malah berkata itu juara untung-untungan kenapa ? kita bisa lihat bagaimana kelakuan licik daripada para official Timnas yang melakukan intimidasi, provokasi dan semua tindak tanduk yang melanggar semangat daripada fair play yang diagungkan oleh FIFA kepada tim Libya karena mereka merasa terancam akhirnya atas rekomendasi PSSI-nya Libya tim Libya akhirnya memilih mundur tetapi tetap melaporkan kejadian ini walaupun kita tidak tahu kabar akhirnya dari kelanjutan kasus ini apakah sang pelaku masuk Penjara atau dihukum oleh FIFA !

Pembaca pasti bertanya kenapa penulis memberikan judul di atas seperti itu ? iya selama 4 sekawan itu masih duduk manis di kantor PSSI jangan harap Timnas kita bisa berbicara dengan bagus di ajang internasional dan pembaca juga bertanya siapa 4 orang itu, penulis hanya memberikan inisialnya saja untuk menghindari pencemaran nama baik walaupun kita semua tahu siapa 4orang ini. Empat orang yang penulis maksud adalah, NH, NB, NB dan ADT kalau menurut penulis empat sekawan inilah yang mungkin membuat sepakbola kita seperti macan ompong, kita bisa lihat bagaimana mimpi-mimpi mereka dalam mewujudkan sepakbola Indonesia biar disegani dan ditakuti tim lawan tapi mana ? mungkin pembaca pernah mengenal program Timnas Primavera, Baretti adakah mereka berprestasi ? paling prestasi hanya tingkat SEA GAMES, sedangkan Olimpiade dan Piala Dunia ? NOL BESAR.. kemudian ada pembinaan di Belanda, apakah Indonesia berprestasi di ASIAN GAMES DOHA 2008 ? TIDAK..kemudian yang sekarang di liga Uruguay apakah merek berprestasi MASUK dalam putaran final Piala Asia U-19 ? TIDAK !!! dan semua yang telah penulis sebutkan adalah ide cemerlang dan cerdas daripada empat sekawan ini tetapi sekali lagi hasil dari ide ini NOL BESAR !!!

Penulis juga heran dengan empat sekawan ini, mulai dari penulis masuk SD sampai sekarang empat sekawan itu masih saja betah di kantor PSSI, ketika ada isu mendesak untuk meminta mereka mengundurkan diri, salah satu dari empat sekawan itu malah mengeluarkan pesan yang menurut penulis ucapan beliau ini seperti ucapan anak kecil dimana beliau akan mundur kalau Timnas kita GAGAL ke final SEA GAMES 2011 kita tahu bahwa tahun 2011 adalah tahun terakhirnya beliau berada di kantor PSSI dan penulis tidak yakin dengan ucapan beliau kalau tahun 2011 akan mundur model seperti ini sudah sering diucapkan beliau ketika pertama kali memimpin dan terbukti sampai sekarang beliau masih duduk manis saja di PSSI..

Jadi buat para penikmat sepakbola nasional lebih baik buang jauh-jauh mimpi Indonesia bisa bermain di tingkat internasional seperti FIFA WORLD CUP kalau sampai detik ini PSSI MASIH di kuasai oleh empat sekawan dan kroni-kroninya yang rela pasang badan agar empat sekawan ini tetap duduk manis, atau mungkin secara ekstrem kita tinggal tunggu kapan Tuhan memberikan azab kepada empat sekawan ini dan juga orang-orang yang tega merusak sepakbola kita ini demi kepentingan perut dan golongan yang mereka bela !!!

GBK Std, 140710 14:20

Rhesza

Pendapat Pribadi

http://republikkaummiskin.blogspot.com

http://twitter.com/rhesza

»»  Baca Selengkapnya...

Pasoepati Berterima Kasih Kepada Sang Jendral

Irjen (Pol) Alex Bambang Riatmojo mengangkat syal merah bertuliskan Pasoepati di hadapan sekitar 5000 massa Pasoepati yang berada di tribun selatan stadion Jatidiri Semarang, hari Minggu (8/8) lalu.

Selamat datang… Pak Kapolda! Selamat datang… Pak Kapolda!” Lirik lagu sederhana itu sontak terdengar seisi stadion ketika Irjen (Pol) Alex Bambang Riatmojo berjalan pelan menuju ke arah tribun Pasoepati sesusai pertandingan Persis Solo melawan Persiku Kudus di stadion Jatidiri Semarang, Minggu (8/8) lalu. Pasoepati yang terkumpul massa sekitar 5000 orang itu, sontak berdiri dan bernyanyi menyambut datangnya perwira kepolisian tersebut. Irjen (Pol) Alex Bambang Riatmojo, Kapolda Jawa Tengah yang baru saja dimutasi ke Mabes Polri ini memang terkenal dekat dengan Pasoepati, suporter sepak bola Solo. Saking dekatnya, Pasoepati pun secara khusus mengundang sang jendral kepolisian itu untuk berkenan hadir di stadion Jatidiri guna menyaksikan pertandingan sepak bola yang dimainkan oleh Persis Solo. Dan gayung pun bersambut, sempat mendapatkan kabar bahwa Kapolda batal hadir, namun di luar dugaan banyak orang, Kapolda pun datang menghampiri Pasoepati seusai pertandingan.

Kehadiran Irjen (Pol) Alex Bambang Riatmojo ke tribun Pasoepati, bisa jadi menjadi peredam emosi bagi ribuan massa Pasoepati yang merasa kecewa karena hasil imbang yang diraih tim Persis Solo. Kekecewaan pun berlipat ganda menyusul kepemimpinan wasit yang dinilai banyak kalangan gagal memimpin pertandingan dengan baik. Mengenakan kemeja warna gelap, sang jendral dengan ditemani beberapa petinggi Polda Jawa Tengah, berjalan pelan sembari menuju tribun selatan stadion. Berkalungkan syal merah Pasoepati, sang jendral melambaikan tangannya dengan maksud menyapa massa Pasoepati yang secara meriah menyambut kehadirannya.

Pak Kapolda.. Pak Kapolda… Tangkap wasitnya! Kok kayaknya terima suap…” Lirik lagu itupun selanjutnya terdengar merdu di dalam stadion ketika Irjen (Pol) Alex Bambang Riatmojo telah bertatap muka dengan dua dirigen Pasoepati. Lagu sederhana itu secara instan tercipta dan dinyanyikan sebagai wujud curahan hati massa Pasoepati kepada sang jendral, sebagai bentuk ungkapan rasa kecewa dengan kepemimpinan wasit di lapangan. Dan demi meredam emosi massa Pasoepati, Irjen (Pol) Alex Bambang Riatmojo menyempatkan dirinya untuk berdialog singkat dengan ribuan massa dihadapannya. Harapannya hanya satu, Pasoepati tetap tertib dan tidak berlaku rusuh meski merasa kecewa dengan hasil pertandingan dan kepemimpinan wasit yang buruk. Menanggapi dialog singkat tersebut, Pasoepati pun dengan berbesar hati melaksanakan perintah sang jendral dengan cara meredam emosi dan tetap menjaga diri dari emosi yang berlebihan dan tanpa kendali. Pasoepati benar-benar menjaga sportifitasnya sebagai sebuah kelompok suporter dengan mampu berlapang dada menerima hasil pertandingan meski hasil tersebut teramat menyedihkan.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Irjen (Pol) Alex Bambang Riatmojo yang telah berkenan hadir memenuhi undangan Pasoepati dengan hadir di stadion Jatidiri Semarang, hari minggu lalu. Meski ini adalah momentum perpisahan dengan persepakbolaan Jawa Tengah, namun semoga hubungan baik antara Pasoepati dengan sang jendral tidak akan berakhir sampai di sini. Selamat bertugas pak jendral dengan jabatan barunya di Mabes Polri. Semoga bisa menjadikan lembaga kepolisian Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Naskah : Adjiwae Onengisme

»»  Baca Selengkapnya...

Tangis Kesedihan Seusai Pertandingan

Tangis para pemain Persis Solo langsung pecah ketika wasit meniup peluitnya tanda berakhirnya pertandingan antara Persis Solo melawan Persiku Kudus di stadion Jatidiri Semarang, kemarin sore. Bukan sebuah tangis bahagia bagi skuad Persis, melainkan tangis kesedihan yang harus diratapinya.

Target sebuah kemenangan harus sirna menyusul hasil seri 1-1 atas tim Macan Muria. Hasil itu tentu saja menjadi pukulan telak bagi sepak bola kota Solo. Betapa tidak, jika hasil imbang itu harus melempar tim Persis Solo terdegradasi ke divisi 1 musim depan.

Penjaga gawang Persis, Dian Rompi, memberikan tepuk tangan ke arah Pasoepati seusai berakhirnya pertandingan. Sebuah penghargaan sederhana nan kaya makna dari seorang pemain terhadap para pendukung fanatiknya.

Para pemain benar-benar meratapi kekecewaannya atas kegagalannya mempertahankan tim laskar Samber Nyawa bertahan di divisi utama. Dimulai dari penjaga gawang Dian Rompi yang langsung tergeletak lemah di depan gawangnya sendiri seakan tidak percaya permainan bagusnya di pertandingan sore kemarin harus dibalas dengan hasil yang sangat mengecewakan. Nova Zaenal, sang kapten Persis, dengan perasaan sangat sedih mesti harus memimpin rekan-rekannya untuk menghampiri ke tribun penonton yang dijejali sekitar 5000 anggota Pasoepati. Dengan berlinang air mata, Nova Zaenal mengucapkan permintaan maafnya kepada ribuan massa Pasoepati.

Dengan kedua mata berkaca-kaca, Ferry Anto memberikan tepuk tangan di depan tribun penonton yang disesaki sekitar 5000 massa Pasoepati.

Di belakang Nova, ada Ferry Anto yang tak jauh beda kondisinya dengan sang kapten. Sembari kedua matanya berkaca-kaca, Ferry dengan tegar memberikan tepuk tangan hangat kepada Pasoepati yang dijumpainya di atas tribun. Tentu saja kondisi ini begitu menyedihkan bagi para pemain. Totalitas dan loyalitas terhadap Persis, ternyata tidak bisa dibalaskan dengan hasil yang diharapkan. Kondisi tidak jauh beda juga dialami oleh para pemain Persis lainnya yang berada di bangku cadangan. Wajah-wajah kesedihan nampak terlihat di punggawa Persis yang pada pertandingan kemarin sore tidak dimainkan oleh pelatih. Meski hanya berstatus sebagai pemain cadangan, mereka juga menyadari bahwa mereka mempunyai tanggung jawab yang sama, yakni menyelamatkan Persis dari degradasi.

Wajah kesedihan terlihat di bangku cadangan para pemain Persis Solo. Gagal mempertahankan Persis dari degradasi tentu saja menjadi kesedihan yang teramat mendalam bagi para pemain.

Namun beruntung bagi para pemain Persis, disaat mereka harus menanggung kesedihan, mereka tetap mendapatkan sambutan hangat dan meriah dari ribuan anggota Pasoepati. Ucapan maaf dari para pemain Persis, dibalas Pasoepati dengan ucapan terima kasih. Bagi Pasoepati, apa yang dilakukan para pemain Persis sudah sangat maksimal. Atas kerja keras dan totalitas pemain terhadap Persis selama satu musim ini, membuat Pasoepati begitu terharu dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya bagi para pemain. Ya, para pemain Persis dan juga Pasoepati, seakan telah menjadi keluarga yang harus saling menguatkan. Degradasi bukan akhir dari segalanya bagi Persis maupun Pasoepati. Pasti ada cara lain untuk membuat persepakbolaan di kota Solo kembali disegani di tingkat nasional. Agenda mendesak menyelamatkan Persis, tidak hanya berhenti sampai di sini.

Naskah & Foto : Adjiwae Onengisme

»»  Baca Selengkapnya...

Persebaya Masih Ngotot Ingin Menang WO


Jakarta - Persebaya sudah dinyatakan kalah WO karena menolak bertanding melawan Persik Kediri di Palembang hari Minggu lalu. Merasa dizalimi, mereka ngotot meminta kemenangan WO tersebut.

Persebaya tak hadir di laga tunda kontra lawan Persik di Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Minggu (8/8/2010) lalu. Persik dinyatakan menang WO 3-0, dan akibatnya kedua tim terderadasi ke Divisi Utama, kalah angka dari Pelita Jaya yang berhak mengikuti playoff melawan Persiram Rajaampat.

Selama ini Persebaya merasa dirugikan oleh keputusan berubah-ubah otoritas Liga. Komisi Disiplin (Komdis) PSSI pernah menyatakan 'Bajul Ijo' menang walkout 3-0 pada 7 Mei, karena Persik dianggap tak bisa menggelar pertandingan yang seyogyanya diadakan pada 29 April.

Persik lalu naik banding dan mereka mendapatkannya. Mereka kemudian tidak berhasil pula menggelar partai di tanggal 5 Agustus, tapi Liga memutuskan menundanya, sampai kemudian mengambil keputusan menjadwalkannya di Palembang.

"Kalau pada akhirnya PT Liga memindahkan laga ke Palembang, menurut kami itu merupakan tindakan penzaliman kepada Persebaya. Dan kami menduga bahwa telah terjadi intervensi kepada PT Liga Indonesia untuk memaksakan tanding ulang itu," ujar manajer Persebaya I Gede Widiade kepada wartawan di kantor PSSI, Jakarta, Selasa (10/8) siang WIB.

Gede pun langsung mengajukan pengaduan pada Komdis terkait kasus ini dan meminta Hinca Panjaitan cs menggelar sidang, serta memanggil manajemen Persebaya dan Persik untuk meminta keterangan.

"Intinya adalah kami menuntut keadilan dan menganggap laga ulang antara Persik vs Persebaya di Palembang (8 Agustus) adalah tidak sah dan bertentangan dengan manual liga," tegas Gede.

"Maka Persik pun telah gagal menggelar laga di Stadion Brawijaya (5 Agustus) dan harus dinyatakan kalah 0-3 dari Persebaya," sambungnya.

Jika memang akhirnya pengaduan itu dikabulkan, maka hasil laga play off Pelita Jaya kontra Persiram Raja Ampat hari ini di Palembang tak berlaku.

"Ya tidak apa-apa, kita tanding ulang lagi play off-nya. Toh sepakbola kita kan sudah seperti lawakan juga. Memang orang-orang vokal seperti kita tidak boleh ada di Liga Super?" tutup Gede.
»»  Baca Selengkapnya...
Yahoo bot last visit powered by  Ybotvisit.com bola-mania-football.blogspot.com 2010-11-09 monthly 0.5