search

Solo The Spirit of Java

Solo The Spirit of Java
Welcome to my blog
Share |

Sejarah The Jakmania


The Jakmania berdiri sejak Ligina IV, tepatnya 19 Desember 1997. Markas dan sekretariat The Jakmania berada di Stadion Menteng. Setiap Selasa dan Jumat merupakan rutinitas The Jakmania baik itu pengurus maupun anggota untuk melakukan kegiatan kumpul bersama membahas perkembangan The Jakmania serta laporan-laporan dari setiap bidang kepengurusan.

Tidak lupa juga melakukan pendaftaran bagi anggota baru dalam rutinitas tersebut. Ide ini muncul dari Diza Rasyid Ali, manajer Persija waktu itu. Ide ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Sebagai pembina Persija, memang Bang Yos (sapaan akrabnya)sangat menyukai sepakbola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali sepakbola Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung atau suporter.

Pada awalnya, anggota The Jakmania hanya sekitar 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat. Gugun Gondrong merupakan sosok paling ideal disaat itu. Meski dari kalangan selebritis, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain.

Pengurus The Jakmania waktu itu akhirnya membuat lambang sebuah tangan dengan jari berbentuk huruf J. Ide ini berasal dari Edi Supatmo, yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania.

Seiring dengan habisnya masa pengurusan, Gugun digantikan Ir. T. Ferry Indrasjarief. Ia lebih akrab disapa Bung Ferry. Masa tugas Bung Ferry adalah periode 1999-2001 dan kembali dipercaya untuk memimpin The Jakmania periode 2001-2003, 2003-2005.

Lelaki tinggi, tampan dan sarjana lulusan ITI Serpong inilah yang memimpin The Jakmania hingga 3 periode. Dibawah kepemimpinan Bung Ferry yang juga pernah menjadi anggota suporter Commandos Pelita Jaya, The Jakmania terus menggeliat. Organisasi The Jakmania ditata dengan matang. Maklum, Bung Ferry memang dibesarkan oleh kegiatan organisasi. Awalnya, sangat sulit mengajak warga Jakarta untuk mau bergabung.

Beruntung, pengurus menemukan momentum jitu. Saat tim nasional Indonesia berlaga pada Pra Piala Asia, mereka menyebarkan formulir di luar stadion. Dengan makin banyaknya anggota yang mendaftar sekitar 7200 anggota, dibentuklah Kordinator Wilayah (Korwil).

Dan sampai pendaftaran terakhir saat ini terdapat lebih dari 30.000 anggota dari 50 Korwil. Setelah diadakan Pemilihan Umum Raya 2005, untuk memilih Ketua Umum yang baru, akhirnya terpilihlah Ketua Umum Baru periode 2005-2007 yaitu Sdr. Hanandiyo Ismayani atau yang bisa dipanggil dengan Bung Danang.
»»  Baca Selengkapnya...

Persis Solo Di Grup 2

PT Liga Indonesia akhirnya mengumumkan pembagian grup untuk divisi utama musim 2010/2011. Hingga berita ini turun dipastikan ada 39 klub yang ambil bagian.

Pengumuman dilakukan di kantor PT Liga Indonesia pada Kamis (22/10/2010). Joko Driyono selaku CEO mengaku telah menyerahkan surat untuk ditanda tangani ketua Badan Liga Indonesia Andi Darussalam Tabusalla yang isinya mencakup tiga poin penting.

Pertama ialah mengenai keikutsertaan 39 klub, termasuk Persis Solo yang menggantikan PSDS. Penunjukkan itu sendiri dilakukan oleh badan Exco PSSI dengan mengacu pada komposisi klasemen nasional.

Sementara untuk Persebaya dan Persitara yang sebelumnya disebut-sebut bermasalah, tetap dianggap ambil bagian karena telah memenuhi syarat administratif.

Untuk poin kedua yakni penetapan kick-off pada 15 November 2010 mendatang. Sementara poin ketiga mengenai pembagian grup menjadi tiga.

Berikut pembagian grup divisi utama:

Grup 1
PERSIRAJA
PSAP SIGLI
PSSB BIREUN
PSLS LHOKSEUMAWE
PSMS MEDAN
PRO TITAN FC
PERSIH TEMBILAHAN
PS. BENGKULU
PERSIPASI BEKASI
PERSIKABO KABUPATEN BOGOR
PERSITARA JAKARTA UTARA
PERSITA TANGERANG
PERSIKAB KABUPATEN BANDUNG

Grup 2
PERSIKOTA TANGERANG
PSIS SEMARANG
PSCS CILACAP
PPSM MAGELANG
PSIM YOGYAKARTA
PERSIS SOLO
GRESIK UNITED
PSBI BLITAR
PERSIK KEDIRI
MITRA KUKAR
PERSELMARA TUAL
PERSISAM RAJA AMPAT
PERSEMAN MANOKWARI

Grup 3
PSS SLEMAN
PERSIBA BANTUL
PERSIKU KUDUS
PSIR REMBANG
PERSIPRO PROBOLINGGO
PS. MOJOKERTO PUTRA
PERSEBAYA SURABAYA
PERSEKAM METRO FC
PERSIKUBAR KUTAI BARAT
PS. BARITO PUTRA
PERSIGO GORONTALO
PERSERU SERUI
PERSIDAFON JAYAPURA
(muchamad syuhada/okezone)

»»  Baca Selengkapnya...

Sejarah dan Rekor Derby Milan


Derby Milan merupakan sebuah pertandingan sepak bola di Italia yang mempertemukan antara dua tim sekota yaitu AC Milan dan Internazionale Milan. Derby Milan biasanya diadakan dua kali dalam satu musim kompetisi di Italia. Namun Derby Milan juga pernah terjadi di ajang Coppa Italia dan Liga Champions.

Derby Milan juga terkenal dengan sebutan “Derby Della Madonnina”, penamaan tersebut dimaksudkan untuk menghormati salah satu tokoh penting di kota Milan yang biasa dipanggil Madonnina.

Pada awalnya di kota Milan hanya ada satu klub sepakbola, yaitu AC Milan yang didirikan pada tanggal 16 Desember 1899 oleh Alfred Edwards dan dipresideni oleh David Allison. Pada saat itu dibawah kepemimpinan pelatih Helbert Kilpin AC Milan langsung mencuri perhatian, belum genap 2 bulan berdiri AC Milan berhasil mendapatkan trofi pertamanya di ajang Medaglia del Re (Piala Raja) pada Januari 1900. Kemudian AC Milan berhasil meraih scudetto pertamanya pada tahun 1901 dan diikuti dengan gelar scudetto selanjutnya pada tahun 1906 dan 1907. Sebagai catatan, scudetto AC Milan pada tahun 1901 merupakan akhir dari rekor scudetto tiga kali berturut-turut yang diraih Genoa.


Pada tahun 1908, benih-benih persaingan antara AC Milan dan Internazionale Milan mulai tumbuh. Kebijakan mendatangkan pemain asing-lah penyebabnya. Persaingan semakin memanas saat tiba-tiba Internazionale Milan memutuskan untuk memisahkan diri dari AC Milan.

Dulu, Internazionale Milan dipandang sebagai kaum Borjuis yang mayoritas pendukungnya pada saat itu adalah orang kaya. Sedangkan AC Milan dipandang sebagai kelas pekerja yang mayoritas pendukungnya adalah seorang pekerja keras, pedagang dan imigran dari selatan Italia. Namun bagaimanapun perbedaan tersebut sekarang sudah terkikis karena saat ini AC Milan dimiliki oleh Perdana Menteri Silvio Berlusconi dan Internazionale Milan dimiliki oleh pelaku bisnis Massimo Moratti.

Di era 1960an, Inter lebih sukses dari rivalnya. Inter berhasil meraih trofi Liga Champions dua kali berturut-turut dan dua kali juara Piala Interkontinental dua kali berturut-turut pula. Namun di era 1980an dan 1990an AC Milan lebih dominan daripada rivalnya tersebut dengan banyak gelar di kompetisi lokal dan kompetisi Eropa.

Hingga saat ini, total sudah 271 kali Derby Milan diselenggarakan diberbagai ajang termasuk persahabatan. Dalam rekor pertandingan tersebut AC Milan keluar sebagai yang terbaik dengan statistik 106 kali menang, 72 kali seri dan 93 kali kalah dengan rekor memasukan gol 430 dan kemasukan 400.

Di Serie A, Derby Milan sudah berlangsung sebanyak 172 kali. Kali ini Inter unngul tipis dari AC Milan. Inter berhasil mengungguli rivalnya tersebut dengan statistik 62 menang, 52 seri dan 58 kalah dengan rekor memasukan 245 dan kemasukan 235. Pada hari minggu (30/08) nanti akan digelar Derby Milan yang ke 173 di Serie A. Siapakah yang akan merajai kota Milan?

»»  Baca Selengkapnya...

Persis Junior Target Sapu Bersih

Aksi para pemain Persis Jr dalam pertandingan lanjutan Piala Suratin (Foto: BS)

Pertandingan terakhir lanjutan Piala Suratin Zona Jawa akan berlangsung nanti sore pukul 16.00 WIB. Pemuncak klasemen sementara Persis Jr akan berhadapan dengan juara bertahan Arema Jr di Stadion R.Maladi sedangkan di Stadion 45 Karanganyar terdapat pertandingan antara PSIM Jr melawan PSB Jr yang bertanding di jam yang sama.

Persis Jr sebagai optimis untuk memenangkan pertandingan sore nanti melawan Arema Jr setelah sebelumnya memetik poin penuh saat melawan PSIM Jr dan PSB Jr. Pelatih Persis Agung Setyabudi tidak ingin memilih jalur aman, meskipun hasil imbang bisa membawa Persis Jr ke kompetisi nasional namun dia dan anak asuhnya telah sepakat untuk sapu bersih semua pertandingan mengingkat Persis Jr sebagai tuan rumah.

Absennya komandan lini belakang Veri Rusgiantoro karena akumulasi kartu kuning tidak begitu berpengaruh dengan penampilan Persis Jr nanti karena Agung Setyabudi akan mempercayakan posisi tersebut kepada Dika Pratama. “absennya Veri tidak berpengaruh besar, masih ada pemain-pemain yang kualitasnya kurang lebih sama” tandasnya

Tidak ada strategi dan latihan khusus yang dilakukan Persis Jr sebelum menghadapi Arema Jr sore nanti. Hanya pemulihan kebugaran dan kondisi fisik saja yang diberikan Agung Setyabudi kepada anak asuhnya. Seperti sebelum mengalahkan PSB Jr, Bagus Setia Cs melakukan senam ringan setiap pagi dan dilanjutkan ke kolam renang Tirtomoyo.
»»  Baca Selengkapnya...

Awal mula Permusuhan The Jack dan Viking

VS


mereka adalah 2 kelompok suporter tim sepakbola di indonesia yg tidak pernah akur ….
dari dulu setiap kedua kubu bertemu, pasti terjadi kerusuhan…

Perseteruan antar suporter Persija dan Persib sudah berlangsung lama, tepatnya sejak tahun 2000 yaitu bertepatan dengan Liga Indonesia 6 berlangsung. Di putaran 1 sekitar 6 buah bis suporter Persib datang ke Lebak Bulus dan masuk ke Tribun Timur. Dan terdiri dari banyak unit suporter seperti Balad Persib, Jurig, Stone Lovers, ABCD, Viking dll. Saat itu yang terbesar masih Balad Persib. Meski sempat nyaris terjadi gesekan dengan the Jakmania, tapi alhamdulilah tidak terjadi bentrokan yang lebih luas. Justru kita suporter Persib bergerak ke arah the Jakmania tuk berjabat tangan. Gw inget banget yel-yel kita waktu itu : “ABCD … Anak Bandung Cinta Damai”. Selesai pertandingan suporter Persib juga didampingi the Jakmania menuju bus. Dan The Jakmania mengikuti dengan menyanyikan lagu Halo Halo Bandung.

Penerimaan the Jakmania membuat kita (Viking) berniat tuk mengundang datang ke Bandung saat putaran 2. Dialog berlangsung lancar karena seorang Pengurus the Jakmania yang bernama Erwan rajin ke Bandung tuk bikin kaos. Hubungan Erwan dengan Ayi Beutik juga konon akrab banget sampe2 Erwan pernah cerita kalo dia suka sama adiknya Ayi Beutik. Melalui Erwan jugalah Viking menyatakan keinginannya tuk mengundang dan menyambut the Jakmania di Bandung meski kita sendiri masih khawatir dengan sikap bobotoh yang lain.

The Jakmania saat itu belum sebesar sekarang. Yang nonton di Lebak Bulus aja cuma di sisi Selatan tribun Timur. Jadi bersebelahan dengan Viking. Nah ajakan Viking itu langsung ditanggapi oleh the Jakmania yg memang sudah punya niat jg tuk melakoni partai tandang. Dibentuklah kemudian perencanaan, salah satunya dengan mengutus Sekum dan Bendahara Umum the Jakmania saat itu yaitu Sdr Faisal dan Sdr Danang. Mereka ditugaskan tuk melobi Panpel Persib dari mulai masalah tiket hingga tribun the Jakmania. Kebetulan Danang lagi kuliah di Bandung sehingga tempat kosnya jadi tempat kumpulnya the Jakers disana.

Karena The Jakmania belum berpengalaman mengkoordinasikan anggota tuk nonton tandang. Justru yang menjadi masalah justru bukan di koordinator kepada Panpel Persib tapi di anggota The Jakmania itu sendiri. Banyak anggota yang bandel daftar pada hari H nya. Jumlah yang tadinya cuma 400 orang berkembang menjadi 1000 orang lebih! Bayangin gimana repotnya Pengurus The Jakmania nyari bis tuk ngangkut segitu banyak orang. Akibatnya The Jakmania berangkat baru jam 12 siang! Itu juga terpecah menjadi 3 rombongan. Satu bis berangkat lebih dulu karena akan ganti ban. Disusul 4 bus kemudian. Dan terakhir berangkat dengan 4 bus tambahan.
Keberangkatan The Jakmania sendiri juga masih diliputi keraguan apakah dapat tiket atau tidak. Tim Advance yang diutus mendapatkan kesulitan mencari tiket. 4 hari sebelum pertandingan terjadi kerusuhan di stadion Siliwangi akibat distribusi tiket yang kurang lancar. Ada seorang Vikers yang menganjurkan the Jak tuk hadir di acara khusus pertemuan tim dengan suporternya. Faisal, Danang dan Budi ambil keputusan tuk hadir di acara itu. Disana mereka sempat bertemu Walikota Bandung, Kapolres, Ketua Panpel dan Ketua Keamanan. Mereka semua menjamin bahwa the Jakmania akan bisa masuk dan tiket akan disiapkan khusus. Paling tidak itulah info yang gw dapet dari tim Advance The Jakmania.

1 bis pertama tiba di Stadion Siliwangi. Viking siap menyambut dan mempersilahkan masuk ke stadion, padahal tiket belum di tangan. Sayang hal yang dikhawatirkan Viking terbukti. Perlahan tapi makin lama makin banyak datanglah bobotoh nyamperin the Jak dengan sikap yang tidak simpatik. Melihat gelagat buruk ini Viking minta the Jak tuk keluar dulu ke stadion sambil menunggu rombongan berikut. Sembari menunggu, gw dan beberapa rekan dari The Jakmania ada yang melaksanakan sholat ashar dulu. Ketika selesai sholat, mulailah terjadi hal2 yang tidak diinginkan. Rekan2 kita dari the Jakmania mendapatkan pukulan disana sini dengan menggunakan kayu. Salah satunya tersungkur berlumuran darah yang keluar dari kepalanya. Melihat situasi ini the Jakmania kembali diungsikan menjauh dari stadion.

Rombongan besar 8 buah bis akhirnya tiba juga. Tapi karena terlambat, stadion Siliwangi sudah penuh sesak. Lagipula kita tetap tidak berhasil mendapatkan tiket. Panpel memang kelihatan salah tingkah dan berusaha mengumpulkan dari calo2 yang masih beredar di sekitar stadion, namun jumlahnya juga tidak memadai hanya 300 lembar. Sementara bobotoh yang masih berada di luar juga mulai melakukan serangan terhadap the Jakmania. Gw sempet coba menenangkan dan cekcok dengan seorang rekan bobotoh yang ngambil dengan paksa kacamata anggota The Jakmania. Bobotoh itu bilang kalo dia kesal sama anak Jakarta karena mereka juga diperlakukan dengan tidak simpatik di Jakarta ketika menyaksikan pertandingan Persijatim vs Persib di Lebak Bulus. Bobotoh tidak mau tau kalo Persijatim tu beda dengan Persija. Seingat gw kejadian ini sempat direkam foto oleh wartawan dari Tabloid GO dan terpampang jelas esoknya di media tersebut.

Gw lalu ngambil inisiatif tuk nyari rombongan pertama the jakmania yang dateng duluan dan mengajak mereka tuk gabung ke rombongan besar. Disana gw minta maaf ke semua anggota The Jakmania karena gagal membawa rombongan sampai masuk ke stadion dan pulang dengan aman. Di situ dari Panpel juga sempat minta maaf. Namun kondisi ini tidak bisa diterima oleh seluruh rombongan The Jakmania, bahkan mereka juga tidak mau berjabat tangan dengan gw dan 2 orang Viking lainnya yang masih setia mengawal meski pertandingan sudah berlangsung.

Ketika rombongan hendak pulang, tiba2 The Jakmania diserang lagi oleh bobotoh yang masih nunggu di luar stadion. Kondisi ini jelas tidak bisa diterima oleh The Jakmania. Sudah ga bisa masuk masih juga diserang. Akhirnya The Jakmania balas perlakuan mereka (Oknum Bobotoh). Jumlah bobotoh di luar stadion masih ratusan sehingga terjadilah bentrokan yang mengakibatkan pecahnya kaca2 mobil akibat terkena lemparan dari kedua kubu. Ketika polisi datang, keributan mereda dan the Jakmania mulai beranjak pulang. Sempat pula terjadi bentrok beberapa kali ketika rombongan berpapasan dengan bobotoh yang pulang karena tidak kebagian tiket.

Sejak saat itulah api dendam dan permusuhan terus berkobar di kedua belah pihak. Puncaknya di acara Kuis Siapa Berani di Indosiar. Acara ini diprakarsai oleh Sigit Nugroho wartawan Bola yang terpilih menjadi Ketua Asosiasi Suporter Seluruh Indonesia.

Kaskus.us

»»  Baca Selengkapnya...

6 Miliar Untuk Divisi Utama

Manajemen Persis Solo mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6 Miliar guna digunakan untuk mencukupi kebutuhan dalam menjalani roda kompetisi Divisi Utama 2010/2011 mulai pertengahan Nopember mendatang. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Persis Solo Fx Hadi Rudyatmo kemarin sore (24/10) di stadion Sriwedari.

Ketum Persis Solo FX Hadi Rudyatmo siapkan anggaran untuk Persis (Foto: Babhe Solomania)

Besaran anggaran tersebut diperkirakan cukup untuk membiayai Persis Solo, mengingat lawan-lawan yang sebagian besar berasal dari pulau Jawa. Selain itu, hanya empat tim yaitu Persiram Raja Ampat, Perseman Manokwari, Persemalra Tual dan Mitra Kukar yang berdomisili di luar pulau Jawa. “Kami akan ajukan anggaran tersebut ke APBD Surakarta dan mudah-udahan disetujui”, jelas Rudy.

Guna menekan pengeluaran yang semakin besar, Manajemen pun mempersiapkan tim Persis Solo ini hanya bermaterikan pemain lokal. “Agar semua bisa berjalan hingga akhir musim, Persis harus lebih berhemat. Kita manfaatkan potensi lokal dan dampaknya adalah persepak bolaan di Solo bisa semakin maju”, pungkas Rudy.

»»  Baca Selengkapnya...

Greg: “Saya Senang Bisa Kembali”

Greg Nwokolo. Siapa yang tidak mengenal nama tersebut? Bagi publik bola di kota Solo dan sekitarnya, nama Greg Nwokolo begitu dikenal dan sangat membekas di hati para pecinta sepak bola di Solo dan sekitarnya. Ya, nama Greg sempat berkibar sebagai salah seorang pesepak bola handal yang bermain di klub promosi Persis Solo pada tahun 2007 lalu. Pemain impor hitam legam asal Nigeria tersebut adalah bintang lapangan hijau bagi klub yang disupport oleh suporter Pasoepati.


Greg Nwokolo, kehadirannya di stadion Manahan bagai nostalgia

Sekarang, setelah memutuskan berpisah dengan Persis Solo pada tahun 2008 silam, Greg Nwokolo pun kembali hadir di stadion Manahan. Namun kehadirannya tidak untuk membela panji-panji Persis Solo, melainkan Persija Jakarta. Seperti yang diketahui, kemarin sore (23/10) Badan Liga Indonesia (BLI-red) memindahkan laga Pelita Jaya melawan Persija Jakarta di stadion yang memberikan Greg begitu banyak kenangan bersama Persis dan Pasoepati.

Greg adalah seorang yang ramah, begitu pun saat redaksi meminta dirinya meluangkan sedikit waktu untuk sesi wawancara selepas pertandingan. Raut muka yang letih karena pertandingan yang berat seakan hilang setelah tahu yang melakukan wawancara terhadap dirinya adalah Pasoepati.Net.

Berikut adalah hasil wawancara redaksi Pasoepati.Net bersama Greg Nwokolo setelah pertandingan Pelita Jaya melawan Persija Jakarta kemarin sore (23/10) di stadion Manahan:

Redaksi (R): Halo Greg, apa kabar?

Greg (G): Kabar baik

R: Bagaimana perasaanmu bisa kembali bermain di stadion Manahan sore ini?

G: Saya sangat senang sekali, betul-betul sangat senang bisa kembali merasakan atmosfer di stadion Manahan. Bermain di sini (Manahan-red) seakan bernostalgia seperti saat memakai seragam persis Solo dan didukung oleh ribuan Pasoepati.

R: Apakah kamu tidak ingin kembali bermain untuk Persis Solo?

G: Saya pasti ingin sekali bisa kembali bermain untuk Persis Solo. Kota Solo memberikan begitu banyak kenangan selama saya bermain bersama Persis beberapa waktu lalu. Begitu juga dengan Pasoepati yang terkenal militan dalam mendukung timnya. Saya merindukan itu semua. Suatu saat saya ingin kembali.

Obrolan pun diputus oleh pihak keamanan karena bus yang membawa pemain Persija segera berangkat dan redaksi pun mengakhiri perbincangan ini.

R: Ok Greg, terima kasih atas sedikit waktunya. Senang bisa berbincang-bincang dengan kamu. Kapan-kapan kita ngobrol lagi.

G: Iya sama-sama, semoga Persis Solo musim ini bisa menunjukkan performa yang lebih baik dan sampaikan salam saya kepada Pasoepati. (BS)

»»  Baca Selengkapnya...

Fabianski Mantap, Almunia Bagaimana?


Sudah sebulan Manuel Almunia tak mengawal gawang Arsenal. Penggantinya Lukasz Fabianski tampil cukup meyakinkan. Bagaimana nasib Almunia? Soal ini Arsene Wenger punya jawabannya.

Penampilan terakhir Almunia adalah dalam laga melawan West Bromwich Albion, 25 September silam. Saat itu kiper asal Spanyol kebobolan tiga gol dan Arsenal menyerah 2-3.

Sejak itu Wenger mempercayakan posisi shot stopper kepada Fabianski. Kiper Polandia ini identik dengan blunder. Namun kali ini ia berhasil menjawab kepercayaan sang manajer.

Fabianski sejauh ini sudah tampil dalam lima partai resmi yang dilakoni Arsenal. Hasilnya tim Gudang Peluru menang empat kali dan sekali kalah. Dalam periode tersebut kiper kelahiran 18 April 1985 itu kebobolan rata-rata satu gol tiap laga.

"Dari pertandingan ke pertandingan, Fabianski menunjukkan apa yang kita lihat saat latihan. Kadang dalam pekerjaan Anda harus tegar dan melawan opini yang beredar. Ketika Anda mengetahui bahwa pemain memiliki bakat dan Anda yakin akan hal itu, maka semuanya akan lebih mudah," ujar Wenger seperti dikutip dari situs resmi Arsenal.

Penampilan Fabianski yang memuaskan sejauh ini berpotensi membuat Almunia tersingkir. Wenger memiliki jawabannya soal kiper yang membela Arsenal sejak 2004 itu.

"Saya tidak pernah mengatakan secara pasti kapan Almunia bakal bermain lagi karena kita selalu ingin kebebasan dalam melakukan perubahan. Perubahan dilakukan ketika diperlukan. Saat ini, dengan melihat seperti apa penampilan Almunia, maka dia sama sekali tidak bisa disalahkan," demikian The Professor.
»»  Baca Selengkapnya...

Akhiri Puasa Gol, Del Piero Langsung Samai Rekor


Alessandro Del Piero mengakhiri puasa gol-nya di Seri A. Satu gol yang ditorehkan pemain Juventus ini ke gawang Lecce juga membawanya ke menyamai rekor Giampiero Boniperti.

Menghadapi Lecce, Minggu (17/10/2010) malam WIB, Del Piero baru tampil menit ke-78. Ia masuk menggantikan Fabio Quagliarella.

Kurang dari lima menit berada di lapangan, pemain berjuluk Il Pinturicchio itu berhasil melesakkan satu gol ke gawang Lecce.

Gol ini bukan hanya menggenapi kemenangan Bianconeri, namun membawa Alex menyamai catatan salah satu pemain legendaris Giampiero Boniperti. Dengan gol ini, maka koleksi gol Del Piero di Seri A adalah 178.

"Saya gembira. Di Seri A saya sudah lima bulan tidak mencetak gol. Saya puas karena menyamai pemain sebesar Boniperti, sosok yang selalu berada di hati suporter Juventus. Ini merupakan alasan untuk bangga," ujar Del Piero dilansir dari situs resmi klub.

Empat tahun silam, maskot Juventus itu berhasil mengungguli pencapaian Boniperti yakni catatan 182 gol di seluruh kompetisi. Kini Del Piero tinggal butuh satu gol lagi untuk kembali melampaui catatan pemain Juventus tahun 1946-1961 itu.

"Apakah saya harus memecahkan rekornya? Boniperti selalu berkata bahwa dia bakal gembira bila saya mampu memecahkan rekor itu. Saya akan menelponnya dan berbicara tentang itu, namun saya yakin harapannya bakal menjadi nyata," kata pemain berjuluk Il Pinturicchio

Del Piero terhitung sebagai pemain yang sepuh di Seri A. Meski begitu ia masih belum kehilangan ketajaman. Lantas apa rahasia dari pemain kelahiran 9 November 1974 itu?

"Selalu menetapkan tujuan untuk diri sendiri, bekerja sembari menikmati pekerjaan itu, bekerja dengan perasaan antusias dan gairah, dan total pada profesi ini," ujar Del Piero.

"Saya sudah melakukan hal-hal itu. Selama kaki dan semangat saya mengizinkan, maka saya akan lebih dari gembira bila punya kesempatan untuk melanjutkan ini semua," tutup dia.
»»  Baca Selengkapnya...

Juve Menang Berkat Kreasi Krasic


Turin - Milos Krasic semakin menunjukkan dirinya sebagai pemain penting di Juventus. Andai tidak mencetak gol, gelandang Serbia ini tampil sebagai kreator dari lahirnya skor bagi Bianconeri.

Juventus mengalahkan Lecce empat gol tanpa balas, Minggu (17/10/2010) malam WIB. Tujuh puluh lima persen dari gol Juventus lahir berkat kreasi Krasic.

Gelandang 25 tahun itu dua kali mengirimkan assist yang berhasil dimanfaatkan Fabio Quagliarella dan Alessandro Del Piero, dan satu kali "menghasilkan" penalti bagi Juventus.

Dilansir dari Soccernet, koleksi assist Krasic di Seri A saat ini mencapai angka lima. Ada pun gol yang sudah dia bukukan adalah tiga.

Tidak diragukan lagi, mantan pemain CSKA Moskow itu menjelma menjadi sosok penting bagi La Vecchia Signora.

"Krasic sudah mulai menyatu dengan sistem dan pergerakan pemain, di sisi lain kami memberikannya bantuan untuk berkembang," ujar pelatih Juventus Luigi Del Neri di Football-Italia.

"Ia sangat agresif dalam situasi satu lawan satu. Ia sangat paham bagaimana caranya menyerang lewat ruang dan sangat efektif."

"Krasic merupakan pemain yang penting, melakukan yang terbaik. Dengan karakteristik dan dukungannya, apa yang dia lakukan saat ini sungguh krusial, meski dia tidak bisa selalu 100 persen," tutup Del Neri.
»»  Baca Selengkapnya...
Yahoo bot last visit powered by  Ybotvisit.com bola-mania-football.blogspot.com 2010-11-09 monthly 0.5