search

Solo The Spirit of Java

Solo The Spirit of Java
Welcome to my blog
Share |

Awali Kompetisi, Persis Solo Main di Banyuwangi

Klub kebanggaan wong Solo, Persis, akhirnya telah resmi ditetapkan oleh Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) sebagai salah satu peserta kompetisi divisi 1 musim depan. BLAI juga telah menetapkan sistem kompetisi divisi 1 dengan sistem turnamen kandang 5 putaran dan meninggalkan sistem kompetisi lama yakni sistem kandang dan tandang.

Menurut sumber yang terpercaya, didapatkan sebuah kabar berita bahwa Persis Solo akan memulai kompetisi divisi 1 dengan bermain di Banyuwangi guna mengikuti kompetisi divisi 1 sistem home turnamen putaran pertama. Lawan-lawannya yang mesti dihadapi diantaranya adalah Perswangi Banyuwangi, Persista Sintang, Persedikab kab. Kediri dan Persewon Wondama.

Meski komposisi lawan-lawan Persis telah diketahui dari sekarang, namun kepastian tanggal dimulainya kompetisi divisi 1 ini belumlah diketahui secara pasti karena pihak BLAI sendiri sampai saat ini masih disibukkan dengan segala persiapan yang berkaitan dengan kompetisi.

»»  Baca Selengkapnya...

Persis Solo Di Divisi Satu

Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) telah merilis pembagian grup kompetisi Divisi Satu Liga Indonesia. Sebanyak 66 tim akan berpartisipasi dalam kompetisi kelas tiga PSSI ini. Dari 66 tim tersebut, sebanyak 9 tim belum mendaftarkan keikutsertaannya ke BLAI, dan salah satu tim tersebut adalah persis Solo.

Delapan tim lain yang belum mendaftar adalah Persidago Gorontalo, Gaspa Palopo, Persibom Bolaang Mongondow, PS Bank Sumsel, Persepar Palangkaraya, PS Banyu Asin, PS Pelalawan dan PSKS Cilegon. Musim ini kompetisi Divisi Satu akan dimulai 26 September, dibagi dalam 12 grup dan digelar dengan sistem home tournament.

Persis Solo pun sampai saat ini masih menunggu keputusan dari Badan Liga Indonesia (BLI) mengenai penyelenggaraan babak Play Off beberapa waktu yang lalu, ditambah lagi dengan pelaporan kasus percobaan penyuapan yang dilakukan oleh Persiku Kudus terhadap beberapa pemain persis Solo. “Kami masih menunggu keputusan final dari BLI mengenai babak Play Off beberapa waktu lalu. Laporan kami tentang percobaan penyuapan juga masih dibahas. Jika dulu BLI melayangkan surat kepada kami untuk mengikuti babak Play Off, maka setelah Play Off pun kami diberi pemberitahuan mengenai siapa yang akhirnya lolos degradasi”, jelas Sekretaris Umum Perssi Solo Rubhan Ruzziyanto.

Gelaran kompetisi Divisi Satu yang tinggal sebentar lagi pun seharusnya memaksa Persis Solo segera melakukan tindakan, mengingat nama persis Solo tercantum dalam pembagian grup kompetisi Divisi Satu yang dirilis oleh BLAI. ” Kami masih tetap menunggu hasil dari sidang Komdis PSSI kemarin. Waktu yang mepet masih cukup untuk membentuk tim, mengingat di Solo banyak bakat potensial”, pungkas Rubhan.

»»  Baca Selengkapnya...

Selama mereka masih di PSSI JANGAN HARAP Indonesia Bisa ke Piala Dunia

4-3-2009-naslogo pssiSeperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagaian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.

Perhelatan sepakbola dunia sudah usai dengan tampilnya Spanyol sebagai jawara dunia setelah mengandaskan Timnas Oranje-Belanda dengan skor tipis 1-0 di perpanjangan waktu lewat gol pemain Catalan, Andres Iniesta.

Banyak pengalaman dan belajar yang kita petik daripada perhelatan besar ini terutama jika ingin membentuk sebuah tim modal yang utama adalah kekompakkan dan meninggalkan ego satu dengan yang lain dengan nama negara, kita bisa lihat bagaimana sebuah timnas Korut yang kita tahu secara politik internasional negara ini cukup misterius dan mengisolasikan diri dari negara-negara luar tetapi karena misterius dan mengisolasikan diri inilah yang membuat mereka kuat dan lolos putaran final Piala Dunia walaupun harus kalah dari Brazil, Portugal dan Pantai Gading dengan produktivitas 1-12 tetapi mereka bisa memukau dunia dengan menahan permainan Brazil hinggal menit ke-50 dan mencetak gol dengan indah ke gawang Julius Caesar.

Atau kesebelasan Putih-Putih, Selandia Baru yang mencatatkan rekor tidak terkalahkan di ajang Piala Dunia bahkan sempat unggul melawan Italia walaupun akhirnya harus imbang, atau tiga kemenangan besar pasukan muda Jerman ketika menghadapi tim musuh bebuyutannya, mereka berhasil menghajar Inggris dan Argentina dengan skor telak 4-1 dan 4-0 dan pada babak penyisihan group pun mencukur tim kangguru dengan skor 4-0 ! dan masih banyak lagi cerita-cerita menarik, sedih, gembira kalau kita mengingat Piala Dunia 2010.

“ Bapak harus mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI, karena kalian dianggap mempermalukan bangsa. Bapak yang beranggung jawab atas semua ini “

Azwar Anas, Ketum PSSI ketika menyambut Timnas Piala Tiger 1998

Bagaimana dengan Indonesia ? penulis dan mungkin para penikmat sepakbola di tanah air pun mungkin muak pengen muntah kalau ditanya kapan Indonesia main di Piala Dunia, padahal negara kita kalau di peta adalah negara paling besar selain China dan Rusia tetapi kenapa tidak pernah masuk putaran final Piala Dunia yach walaupun banyak pihak bilang Indonesia pernah main di Piala Dunia pada tahun 1938 tetapi itu BUKAN INDONESIA tetapi Hindia Belanda ! China saja yang berpenduduk paling besar di dunia saja PERNAH merasakan pertarungan Piala Dunia, Korea Utara dan Selandia Baru saja yang geografisnya masih lebih besar geografis pulau Jawa BISA main di Piala Dunia sedangkan kita ? hanya terpaku sambil meneteskan air liur ketika menyaksikan pertandingan yang “dibantu” oleh stasiun televisi yang mendapatkan hak siar atau membaca tulisan jurnalis yang dikirim oleh kantornya ke ajang tersebut atau mendengar sanak-saudara yang kebetulan nonton atau menjuarai sebuah kompetisi iseng-iseng berhadiah benar tidak ?

Kalau boleh mengambil sebuah lirik lagu sepakbola kita ini mau dibawa kemana ? sepakbola kita hanya bisa garang di tanah sendiri tetapi macan ompong ketika keluar rumah, kita bisa lihat bagaimana garangnya Persipura, Persiwa dan Sriwijaya FC di kompetisi Liga Super berapa puluh gol mereka cetak tetapi apakah garang juga begitu keluar dari tanah Indonesia ? TIDAK kita bisa lihat bagaimana anak-anak Persipura di ajarin bagaimana cara bermain sepakbola yang baik dan benar dari klub China sampai 9 GOL ! begitu juga dengan Persiwa melawan tim yang boleh kita bilang dari urutan peringkat FIFA saja masih jauh di bawah kita ternyata kalah hanya Sriwijaya FC saja yang bisa mengimbangi tetapi tetap saja ujungnya KALAH dan TERSINGKIR dari ajang internasional !!

Itu baru klub bagaimana dengan Timnas kita ? ternyata tidak jauh berbeda kalau boleh penulis bilang kalau melihat timnas kita bertanding ibarat kita menyaksikan PARADE BOY BAND sedang beraksi tetapi tidak ada hasilnya !! kalau pemain luar negeri seperti CR-9, Kaka, Pato mereka memberikan yang terbaik dan pantas sesuai dengan kontraknya baik di klub maupun Timnas bahkan mereka rela berjuang di klub untuk main agar bisa masuk Timnas, sedangkan timnas negara ini ? gaji besar bahkan melebihi gaji RI-01 atau direksi BUMN tetapi prestasi untuk timnas mana ? pasti diantara pembaca pasti membela dengan mengatakan bahwa Indonesia pernah kok juara itu Juara Piala Kemerdekaan tahun 2008 di Jakarta, kalau anda bilang Indonesia juara Piala Kemerdekaan tahun 2008 penulis malah berkata itu juara untung-untungan kenapa ? kita bisa lihat bagaimana kelakuan licik daripada para official Timnas yang melakukan intimidasi, provokasi dan semua tindak tanduk yang melanggar semangat daripada fair play yang diagungkan oleh FIFA kepada tim Libya karena mereka merasa terancam akhirnya atas rekomendasi PSSI-nya Libya tim Libya akhirnya memilih mundur tetapi tetap melaporkan kejadian ini walaupun kita tidak tahu kabar akhirnya dari kelanjutan kasus ini apakah sang pelaku masuk Penjara atau dihukum oleh FIFA !

Pembaca pasti bertanya kenapa penulis memberikan judul di atas seperti itu ? iya selama 4 sekawan itu masih duduk manis di kantor PSSI jangan harap Timnas kita bisa berbicara dengan bagus di ajang internasional dan pembaca juga bertanya siapa 4 orang itu, penulis hanya memberikan inisialnya saja untuk menghindari pencemaran nama baik walaupun kita semua tahu siapa 4orang ini. Empat orang yang penulis maksud adalah, NH, NB, NB dan ADT kalau menurut penulis empat sekawan inilah yang mungkin membuat sepakbola kita seperti macan ompong, kita bisa lihat bagaimana mimpi-mimpi mereka dalam mewujudkan sepakbola Indonesia biar disegani dan ditakuti tim lawan tapi mana ? mungkin pembaca pernah mengenal program Timnas Primavera, Baretti adakah mereka berprestasi ? paling prestasi hanya tingkat SEA GAMES, sedangkan Olimpiade dan Piala Dunia ? NOL BESAR.. kemudian ada pembinaan di Belanda, apakah Indonesia berprestasi di ASIAN GAMES DOHA 2008 ? TIDAK..kemudian yang sekarang di liga Uruguay apakah merek berprestasi MASUK dalam putaran final Piala Asia U-19 ? TIDAK !!! dan semua yang telah penulis sebutkan adalah ide cemerlang dan cerdas daripada empat sekawan ini tetapi sekali lagi hasil dari ide ini NOL BESAR !!!

Penulis juga heran dengan empat sekawan ini, mulai dari penulis masuk SD sampai sekarang empat sekawan itu masih saja betah di kantor PSSI, ketika ada isu mendesak untuk meminta mereka mengundurkan diri, salah satu dari empat sekawan itu malah mengeluarkan pesan yang menurut penulis ucapan beliau ini seperti ucapan anak kecil dimana beliau akan mundur kalau Timnas kita GAGAL ke final SEA GAMES 2011 kita tahu bahwa tahun 2011 adalah tahun terakhirnya beliau berada di kantor PSSI dan penulis tidak yakin dengan ucapan beliau kalau tahun 2011 akan mundur model seperti ini sudah sering diucapkan beliau ketika pertama kali memimpin dan terbukti sampai sekarang beliau masih duduk manis saja di PSSI..

Jadi buat para penikmat sepakbola nasional lebih baik buang jauh-jauh mimpi Indonesia bisa bermain di tingkat internasional seperti FIFA WORLD CUP kalau sampai detik ini PSSI MASIH di kuasai oleh empat sekawan dan kroni-kroninya yang rela pasang badan agar empat sekawan ini tetap duduk manis, atau mungkin secara ekstrem kita tinggal tunggu kapan Tuhan memberikan azab kepada empat sekawan ini dan juga orang-orang yang tega merusak sepakbola kita ini demi kepentingan perut dan golongan yang mereka bela !!!

GBK Std, 140710 14:20

Rhesza

Pendapat Pribadi

http://republikkaummiskin.blogspot.com

http://twitter.com/rhesza

»»  Baca Selengkapnya...

Pasoepati Berterima Kasih Kepada Sang Jendral

Irjen (Pol) Alex Bambang Riatmojo mengangkat syal merah bertuliskan Pasoepati di hadapan sekitar 5000 massa Pasoepati yang berada di tribun selatan stadion Jatidiri Semarang, hari Minggu (8/8) lalu.

Selamat datang… Pak Kapolda! Selamat datang… Pak Kapolda!” Lirik lagu sederhana itu sontak terdengar seisi stadion ketika Irjen (Pol) Alex Bambang Riatmojo berjalan pelan menuju ke arah tribun Pasoepati sesusai pertandingan Persis Solo melawan Persiku Kudus di stadion Jatidiri Semarang, Minggu (8/8) lalu. Pasoepati yang terkumpul massa sekitar 5000 orang itu, sontak berdiri dan bernyanyi menyambut datangnya perwira kepolisian tersebut. Irjen (Pol) Alex Bambang Riatmojo, Kapolda Jawa Tengah yang baru saja dimutasi ke Mabes Polri ini memang terkenal dekat dengan Pasoepati, suporter sepak bola Solo. Saking dekatnya, Pasoepati pun secara khusus mengundang sang jendral kepolisian itu untuk berkenan hadir di stadion Jatidiri guna menyaksikan pertandingan sepak bola yang dimainkan oleh Persis Solo. Dan gayung pun bersambut, sempat mendapatkan kabar bahwa Kapolda batal hadir, namun di luar dugaan banyak orang, Kapolda pun datang menghampiri Pasoepati seusai pertandingan.

Kehadiran Irjen (Pol) Alex Bambang Riatmojo ke tribun Pasoepati, bisa jadi menjadi peredam emosi bagi ribuan massa Pasoepati yang merasa kecewa karena hasil imbang yang diraih tim Persis Solo. Kekecewaan pun berlipat ganda menyusul kepemimpinan wasit yang dinilai banyak kalangan gagal memimpin pertandingan dengan baik. Mengenakan kemeja warna gelap, sang jendral dengan ditemani beberapa petinggi Polda Jawa Tengah, berjalan pelan sembari menuju tribun selatan stadion. Berkalungkan syal merah Pasoepati, sang jendral melambaikan tangannya dengan maksud menyapa massa Pasoepati yang secara meriah menyambut kehadirannya.

Pak Kapolda.. Pak Kapolda… Tangkap wasitnya! Kok kayaknya terima suap…” Lirik lagu itupun selanjutnya terdengar merdu di dalam stadion ketika Irjen (Pol) Alex Bambang Riatmojo telah bertatap muka dengan dua dirigen Pasoepati. Lagu sederhana itu secara instan tercipta dan dinyanyikan sebagai wujud curahan hati massa Pasoepati kepada sang jendral, sebagai bentuk ungkapan rasa kecewa dengan kepemimpinan wasit di lapangan. Dan demi meredam emosi massa Pasoepati, Irjen (Pol) Alex Bambang Riatmojo menyempatkan dirinya untuk berdialog singkat dengan ribuan massa dihadapannya. Harapannya hanya satu, Pasoepati tetap tertib dan tidak berlaku rusuh meski merasa kecewa dengan hasil pertandingan dan kepemimpinan wasit yang buruk. Menanggapi dialog singkat tersebut, Pasoepati pun dengan berbesar hati melaksanakan perintah sang jendral dengan cara meredam emosi dan tetap menjaga diri dari emosi yang berlebihan dan tanpa kendali. Pasoepati benar-benar menjaga sportifitasnya sebagai sebuah kelompok suporter dengan mampu berlapang dada menerima hasil pertandingan meski hasil tersebut teramat menyedihkan.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Irjen (Pol) Alex Bambang Riatmojo yang telah berkenan hadir memenuhi undangan Pasoepati dengan hadir di stadion Jatidiri Semarang, hari minggu lalu. Meski ini adalah momentum perpisahan dengan persepakbolaan Jawa Tengah, namun semoga hubungan baik antara Pasoepati dengan sang jendral tidak akan berakhir sampai di sini. Selamat bertugas pak jendral dengan jabatan barunya di Mabes Polri. Semoga bisa menjadikan lembaga kepolisian Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Naskah : Adjiwae Onengisme

»»  Baca Selengkapnya...

Tangis Kesedihan Seusai Pertandingan

Tangis para pemain Persis Solo langsung pecah ketika wasit meniup peluitnya tanda berakhirnya pertandingan antara Persis Solo melawan Persiku Kudus di stadion Jatidiri Semarang, kemarin sore. Bukan sebuah tangis bahagia bagi skuad Persis, melainkan tangis kesedihan yang harus diratapinya.

Target sebuah kemenangan harus sirna menyusul hasil seri 1-1 atas tim Macan Muria. Hasil itu tentu saja menjadi pukulan telak bagi sepak bola kota Solo. Betapa tidak, jika hasil imbang itu harus melempar tim Persis Solo terdegradasi ke divisi 1 musim depan.

Penjaga gawang Persis, Dian Rompi, memberikan tepuk tangan ke arah Pasoepati seusai berakhirnya pertandingan. Sebuah penghargaan sederhana nan kaya makna dari seorang pemain terhadap para pendukung fanatiknya.

Para pemain benar-benar meratapi kekecewaannya atas kegagalannya mempertahankan tim laskar Samber Nyawa bertahan di divisi utama. Dimulai dari penjaga gawang Dian Rompi yang langsung tergeletak lemah di depan gawangnya sendiri seakan tidak percaya permainan bagusnya di pertandingan sore kemarin harus dibalas dengan hasil yang sangat mengecewakan. Nova Zaenal, sang kapten Persis, dengan perasaan sangat sedih mesti harus memimpin rekan-rekannya untuk menghampiri ke tribun penonton yang dijejali sekitar 5000 anggota Pasoepati. Dengan berlinang air mata, Nova Zaenal mengucapkan permintaan maafnya kepada ribuan massa Pasoepati.

Dengan kedua mata berkaca-kaca, Ferry Anto memberikan tepuk tangan di depan tribun penonton yang disesaki sekitar 5000 massa Pasoepati.

Di belakang Nova, ada Ferry Anto yang tak jauh beda kondisinya dengan sang kapten. Sembari kedua matanya berkaca-kaca, Ferry dengan tegar memberikan tepuk tangan hangat kepada Pasoepati yang dijumpainya di atas tribun. Tentu saja kondisi ini begitu menyedihkan bagi para pemain. Totalitas dan loyalitas terhadap Persis, ternyata tidak bisa dibalaskan dengan hasil yang diharapkan. Kondisi tidak jauh beda juga dialami oleh para pemain Persis lainnya yang berada di bangku cadangan. Wajah-wajah kesedihan nampak terlihat di punggawa Persis yang pada pertandingan kemarin sore tidak dimainkan oleh pelatih. Meski hanya berstatus sebagai pemain cadangan, mereka juga menyadari bahwa mereka mempunyai tanggung jawab yang sama, yakni menyelamatkan Persis dari degradasi.

Wajah kesedihan terlihat di bangku cadangan para pemain Persis Solo. Gagal mempertahankan Persis dari degradasi tentu saja menjadi kesedihan yang teramat mendalam bagi para pemain.

Namun beruntung bagi para pemain Persis, disaat mereka harus menanggung kesedihan, mereka tetap mendapatkan sambutan hangat dan meriah dari ribuan anggota Pasoepati. Ucapan maaf dari para pemain Persis, dibalas Pasoepati dengan ucapan terima kasih. Bagi Pasoepati, apa yang dilakukan para pemain Persis sudah sangat maksimal. Atas kerja keras dan totalitas pemain terhadap Persis selama satu musim ini, membuat Pasoepati begitu terharu dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya bagi para pemain. Ya, para pemain Persis dan juga Pasoepati, seakan telah menjadi keluarga yang harus saling menguatkan. Degradasi bukan akhir dari segalanya bagi Persis maupun Pasoepati. Pasti ada cara lain untuk membuat persepakbolaan di kota Solo kembali disegani di tingkat nasional. Agenda mendesak menyelamatkan Persis, tidak hanya berhenti sampai di sini.

Naskah & Foto : Adjiwae Onengisme

»»  Baca Selengkapnya...

Persebaya Masih Ngotot Ingin Menang WO


Jakarta - Persebaya sudah dinyatakan kalah WO karena menolak bertanding melawan Persik Kediri di Palembang hari Minggu lalu. Merasa dizalimi, mereka ngotot meminta kemenangan WO tersebut.

Persebaya tak hadir di laga tunda kontra lawan Persik di Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Minggu (8/8/2010) lalu. Persik dinyatakan menang WO 3-0, dan akibatnya kedua tim terderadasi ke Divisi Utama, kalah angka dari Pelita Jaya yang berhak mengikuti playoff melawan Persiram Rajaampat.

Selama ini Persebaya merasa dirugikan oleh keputusan berubah-ubah otoritas Liga. Komisi Disiplin (Komdis) PSSI pernah menyatakan 'Bajul Ijo' menang walkout 3-0 pada 7 Mei, karena Persik dianggap tak bisa menggelar pertandingan yang seyogyanya diadakan pada 29 April.

Persik lalu naik banding dan mereka mendapatkannya. Mereka kemudian tidak berhasil pula menggelar partai di tanggal 5 Agustus, tapi Liga memutuskan menundanya, sampai kemudian mengambil keputusan menjadwalkannya di Palembang.

"Kalau pada akhirnya PT Liga memindahkan laga ke Palembang, menurut kami itu merupakan tindakan penzaliman kepada Persebaya. Dan kami menduga bahwa telah terjadi intervensi kepada PT Liga Indonesia untuk memaksakan tanding ulang itu," ujar manajer Persebaya I Gede Widiade kepada wartawan di kantor PSSI, Jakarta, Selasa (10/8) siang WIB.

Gede pun langsung mengajukan pengaduan pada Komdis terkait kasus ini dan meminta Hinca Panjaitan cs menggelar sidang, serta memanggil manajemen Persebaya dan Persik untuk meminta keterangan.

"Intinya adalah kami menuntut keadilan dan menganggap laga ulang antara Persik vs Persebaya di Palembang (8 Agustus) adalah tidak sah dan bertentangan dengan manual liga," tegas Gede.

"Maka Persik pun telah gagal menggelar laga di Stadion Brawijaya (5 Agustus) dan harus dinyatakan kalah 0-3 dari Persebaya," sambungnya.

Jika memang akhirnya pengaduan itu dikabulkan, maka hasil laga play off Pelita Jaya kontra Persiram Raja Ampat hari ini di Palembang tak berlaku.

"Ya tidak apa-apa, kita tanding ulang lagi play off-nya. Toh sepakbola kita kan sudah seperti lawakan juga. Memang orang-orang vokal seperti kita tidak boleh ada di Liga Super?" tutup Gede.
»»  Baca Selengkapnya...

Tim terinspiratif: Slovakia

Piala Dunia 2010 adalah penampilan perdana negara berpenduduk 5,4 juta jiwa itu. Sangat inspiratif karena pada penampilan perdananya Repre langsung menembus babak 16 besar. Slovakia juga mengejutkan mata dunia dengan mengalahkan juaara bertahan Italia di fase grup.

Pelatih termodis: Joachim ‘Jogi’ Low

Penampilan metroseksual pelatih berusia 50 tahun ini menarik perhatian kaum hawa penikmat sepak bola. Memakai baju hangat v-neck, pelatih Jerman itu membungkusnya dengan blazer dan celana bahan. Kadang Low hanya mengenakan baju hangat dan syal buatan desainer ternama.

Selebritis terfanatik: Mick Jagger

Tak seperti selebritis lainnya yang terlihat ja’im saat menonton laga Piala Dunia, vokalis Rolling Stone itu benar-benar larut dalam emosi, terutama saat mendukung tanah kelahirannya Ingris. Jagger tak segan bersorak, berdiri, berteriak, maupun mengungkapkan kegeramannya melihat kiprah Inggris. Ia hadir setidaknya di enam laga Piala Dunia, termasuk laga final.

Pelanggaran terheboh: Luis Suarez

Saat kedudukan 1-1, sundulan Dominic Adiyiah mengarah tepat ke gawang Uruguay, yang sudah ditinggalkan kiper Muslera di menit 120, beruntung Suarez dengan cekatan menghalau bola dengan tangannya, meski ia adalah seorang penyerang. Ghana pun gagal mencetak gol kemenangan, namun masih mendapat peluang melalui hadiah tendangan penalti.

Sayang Asamoah Gyan gagal mengeksekusi tendangan dari titik putih, sehingga pemenang pun ditentukan lewat adu penalti. Ternyata, justru Uruguay lah yang akhirnya melaju ke semifinal lewat sistem tos-tosan itu.

Prediksi terburuk: Iklan Nike

Iklan berdurasi tiga menit itu sangat elok disaksikan, dengan penampilan bintang-bintang dunia. Sayang, mayoritas bintang yang muncul justru tampil mengecewakan. Cristiano Ronaldo hanya mencetak satu gol, Fabio Cannavaro terpuruk bersama Italia di dasar klasemen, tak satupun gol berhasil dicetak Wayne Rooney, sementara Didier Drogba tampil pas-pasan karena gangguan cedera.

Tim terpayah: Prancis

Sebagai mantan juara dunia, terpaku di dasar klasemen grup dengan perolehan satu poin dari tiga laga merupakan hasil yang sangat memalukan. Semakin buruk karena diwarnai perseteruan antara pelatih dan pemain. Sebenarnya Italia, sang juara bertahan, juga terpuruk di dasar klasemen, namun Azzurri mampu mengoleksi satu poin lebih banyak.

Pelatih terkontroversial: Diego Maradona

Mengenakan setelan rapi dan brewok berwarna abu-abu, Maradona selalu terlihat berapi-api di pinggir lapangan. Sangat semangatnya, sang legenda Tangan Tuhan itu terlihat seperti ingin ikut masuk ke lapangan saat Lionel Messi Cs beraksi. Sementara saat Albiceleste tidak bertanding, sang pelatih mengumbar komentar-komentar tajam.

Keputusan terburuk: Tidak disahkannya gol Frank Lampard

Tayangan ulang menunjukkan bola memantul sekitar satu meter di belakang garis gawang, namun wasit tidak mengesahkan gol yang bisa saja membawa kebangkitan bagi Inggris itu. Three Lions pun akhirnya dibantai Jerman 1-4.

Debutan terbaik: Mesut Ozil dan Thomas Muller

Perpaduan kedua pemain muda ini mengantar Jerman merebut tempat ketiga di Afrika Selatan. Bahkan, Muller merebut trofi Sepatu Emas setelah menyarangkan lima gol di Piala Dunia perdananya. Absennya Muller juga dianggap sebagai salah satu biang kekalahan Jerman dari Spanyol di semifinal.

Suporter ter-WOW!: Larissa Riguelme

Model pakaian dalam dan pendukung Paraguay ini berjanji akan berlari tanpa busana dengan tubuh dicat sewarna bendera Paraguay, jika Roque Santa Cruz dkk lolos ke semifinal. Namun meski tim kesayangannya gugur di perempatfinal, Riquelme tetap saja berlari telanjang sebagai ‘hadiah’ bagi timnasnya. Wow!

Peramal terjitu: Paul Sang Gurita

Gurita berumur dua tahun ini mulai tenar saat berhasil menebak kekalahan Jerman dari Serbia di fase grup. Setelah itu, ia sempat akan digoreng ketika ramalanya akan kekalahan Jerman di semifinal terbukti. Hingga turnamen usai, Paul menebak delapan laga dengan rekor 100 persen. Termasuk kemenangan Spanyol atas Belanda di final.

Gangguan terparah: Vuvuzela

Alat musik yang sudah dianggap sebagai bagian dari tradisi rakyat Afrika Selatan itu, meski baru muncul tahun 1970an, mengeluarkan suara seperti ribuan lebah yang mengambang di samping telinga Anda, tanpa nada dan tanpa akhir.

Suaranya menutup sorak sorai suporter, dan bahkan dianggap sebagai salah satu penyebab tidak atraktifnya penampilan tim peserta kali ini, karena sesama pemain tidak dapat berkomunikasi dengan jelas akibat tertutup bunyi alat musik tiup semacam terompet itu.

»»  Baca Selengkapnya...

Sejarah FIFA World Cup

Sebelumnya , saya ucapkan maaf terlebih dahulu karena sudah lama saya tidak update-update. Hal tersebut dikarenakan saya bekerja pada saat liburan, dan sebelumnya saya ucapkan selamat kepada yang lulus UAN, dan yang telah menjalani liburan.

Demam FIFA world cup sempat dirasakan oleh para penggemar bola diseluruh dunia, termasuk Indonesia. Berbagai acara diselenggarakan guna menarik masyarakat, mulai dari acara nonton bareng, pakai kaus team kebanggaan, sampai taruhan pun ikut dilakukan. Tetapi bagi ada yang fanatic bola, tahukah anda tentang sejarah FIFA WORLD CUP?, sebenarnya cukup menarik, mengingat Indonesia pernah ikut serta dalam acara bergengsi ini.

1928

Tahukah anda?
bahwa orang yang pertama kali mencetuskan FIFA adalah negara Prancis, dan dilakukan di negara belanda.

Fakta
FIFA pertama kali dicetuskan di Amsterdam, Belanda pada tahun 1928, oleh persatuan sepak bola France Jules Rimet , dan temannya Henri Delaunay.

1929

Tahukah anda?
Bahwa nama dari trofi piala dunia pertama diambil dari nama orang francis yang pertama mencetuskan ide FIFA.

Fakta
Trofi Piala Dunia diambil diberi nama Piala dunia Jules Rimet, dan pertama kali juga dibuat oleh perajin seni di prancis yang bernama Abel La Fleur. Piala dunia tersebut berbentuk Oktagonal berlambangkan bumi yang dipegang oleh dewa kemenangan yang bernama Nike (Dewa Yunani Kuno). Piala tersebut dibuat dengan tinggi 35 cm, dan berat 3,5 Kg, dengan bahan dari emas murni.

1930

Tahukah anda?
Bahwa piala dunia pertama diselenggarakan di Uruguay, dan sekaligus menjadi juara pertama di Dunia.

Fakta
Uruguay menjadi negara pertama di dunia yang menjadi tuan rumah dalam acara FIFA World Cup pada tahun 1930, yang diselenggarakan dari 13-30 Juli, dan sekaligus menjadi juara pertama setelah mengalahkan Argentina dengan score 4-2.

1938

Tahukah anda?
Bahwa Indonesia masuk dalam sejarah piala dunia, dan menjadi negara asia pertama yang pernah lolos kualifikasi.


Fakta
Pada tahun 1938, Indonesia masuk di ajang Piala Dunia, dan menjadi satu-satunya negara pertama di ASIA setelah mengalahkan Jepang. Pada saat tersebut Jepang tidak menghadiri pertandingan (Absen) sehingga Indonesia lolos, Setelah lolos Indonesia dibantai 0-6 oleh Hungaria. Pada saat itu Indonesia masih berada di bawah kekuasaan Belanda, dan masih memakai nama Hindia Belanda.

1942 - 1946

Tahukah anda?
Bahwa pada perang dunia ke-2 piala dunia tidak diselenggarakan, karena negara-negara terlalu sibuk untuk berperang.

Fakta
Piala dunia sempat terhenti selama 12 tahun akibat dari perang dunia ke-2 yang sempat melanda dunia, dan dimulai kembali pada tahun 1950 di brasil.

1958

Tahukah anda?
Bahwa pada tahun ini, muncul Bintang bola baru yang menggegerkan dunia, dan sekaligus menjadi pemain termuda pertama yang menginjakkan kakinya di piala dunia.


Fakta
Pada tahun 1958, Pele muncul pemain muda berbakat yang menghentakkan dunia. Walau sempat absen pada pertandingan pertama, Pele tetap menjadi Top score, dan dengan permainan indahnya, ia membawa Brasil menjadi juara dengan score 5-2 mengalahkan Swedia.

1962

Tahukah anda?
Bahwa brasil, merupakan negara kedua setelah Italia yang menang 2 kali berturut-turut dalam ajang Piala Dunia.

Fakta
Pada tahun 1962, tim Samba kembali memantapkan langkah, dan konsistensinya dalam piala Dunia. Dengan dukungan Pele sebagai ujung tombak, Brasil kembali menjuarai Piala dunia tuk yang kedua kalinya.

1966

Tahukah anda?
Bahwa Trofi Piala dunia sempat dicuri pada tahun 1966, pada saat dipamerkan di stampex exhibition, westminster center hall. Di tahun yang sama Inggris menjadi juara dalam FIFA world cup.

Fakta
Sebelum FIFA World Cup, Piala dunia sempat di curi. Hal ini sempat membuat panitia pusing tujuh keliling, karena tak sanggup membuat tiruannya yang memang sangat sulit ditiru. Untungnya 7 hari kemudian trofi tersebut ditemukan oleh seekor anjing bernama pickles. Di tahun yang sama menjadi akhir dari penantian The Three Lions. 16 tahun sejak ikut dalam piala dunia, Three lions menjadi juara dunia dalam Ajang bergengsi FIFA World Cup 1966. Mereka menjadi juara tunggal setelah menumbangkan Jerman Barat dengan skore 5-2.

1970

Tahukah anda?
Bahwa pada tahun ini telah ditemukan Tv berwarna, yang menjadikan tontonan FIFA World Cup yang pertama kali dalam sejarah di tonton dalam Tv berwarna. Di tahun yang sama Brasil menjadi negara pertama yang menjuarai FIFA World Cup sebanyak 3 kali dan tahun ini adalah tahun terkahir Pele turut serta memeriahkan Piala Dunia.

Fakta
Piala dunia di Meksiko menjadi pionir dalam sejarah persepakbolaan dunia, karena pada saat itu pula ditemukan Tv berwarna, aturan baru, title. Di piala dunia ini juga pertama kalinya pemberian penghargaan atas sikap fairplay pada negara Peru, dan sepatu emas yang diberikan kepada pemain-pemain terbaik (Gerd muller "Jerman", Jairzinho"Brasil", Teofilo Cubillas"Peru").

1974

Tahukah anda?
Bahwa pada tahun ini, Koin Indonesia digunakan sebagai pengundi pemegang bola pertama pada pertandingan Final Belanda, Vs Jerman Barat.

Fakta
Uniknya pada tahun 1974, koin Indonesia menjadi koin penentu pemegang bola pertama. Wasit pertandingan "Jack Taylor", memilih koin dari Indonesia karena dianggap pas. Lucunya saat ditanya mengapa memilih koin tersebut, ia pun hanya tersenyum.

Itulah sejumlah sejarah yang ada di piala dunia,dan tentunya masih banyak lagi fakta-fakta yang belum terungkap. Kapankah sepakbola indonesia akan lebih maju?
»»  Baca Selengkapnya...

All Star World Cup

Usai Piala Dunia dilangsungkan, Badan Sepakbola Dunia (FIFA) pasti mengumumkan tim all star. Tim ini merupakan gabungan pemain dari negara berbeda yang tampil gemilang selama perhelatan.

Bisa ditebak, Anda sebagai penggila sepakbola pasti tidak ingat siapa saja pemain yang menghuni tim all star pada Piala Dunia 2006 atau sebelumnya.

Sebelum membeberkan daftar pemain yang tergabung dalam all star di setiap Piala Dunia, ada baiknya Anda mengetahui beberapa fakta. Hanya dua pemain yang pernah masuk dalam squad tim all star dalam tiga perhelatan secara beruntun.

Legenda sepakbola dunia Franz Beckenbauer, yang kala itu membela Jerman Barat dan mantan bek Timnas Brasil Djalma Santos. Beckenbauer masuk dalam tim all star pada Piala Dunia 1966, 1970, dan 1974. Sementara Santos dipercaya memperkuat tim all star pada Piala Dunia 1954, 1958 dan 1962.

Nama legenda lainnya seperti Pele (Brasil), Diego Maradona (Argentina), Bobby Charlton, Michel Platini (Prancis) dan Zinedine Zidane (Prancis) hanya dua kali masuk squad tim all star. Bahkan tidak semua pemain mampu mengukir prestasi tersebut secara beruntun.

Berikut tim all star Piala Dunia:

Piala Dunia 1930 di Uruguay
Kiper: Enrique Ballesteros (Uruguay)
Bek: Jose Nasazzi (Uruguay), Milutin Ivkovic (Yugoslavia)
Tengah: Luis Monti (Argentina), Alvaro Gestido (Uruguay), Jose Andrade (Uruguay)
Striker: Pedro Cea (Uruguay), Hector Castro (Uruguay), Hector Scarone (Uruguay), Guillermo Stabile (Argentina), dan Bert Patenaude (AS).

Piala Dunia 1934 di Italia
Kiper: Ricardo Zamora (Spanyol)
Bek: Jacinto Quincoces (Spanyol), Eraldo Monzeglio (Italia)
Tengah: Luis Monti (Argentina), Alvaro Gestido (Uruguay), Jose Andrade (Uruguay),
Striker: Giuseppe Meazza (Italia), Raimundo Orsi (Italia), Enrique Guaita (Italia), Matthias Sindelar (Austria), Oldrich Nejedly (Rep Ceska).

Piala Dunia 1938 di Prancis
Kiper: Frantisek Planicka (Rep Ceska)
Bek: Pietro Rava (Italia), Alfredo Foni (Italia), Domingos da Guia (Brasil)
Tengah: Michele Andreolo (Italia), Ugo Locatelli (Italia)
Striker: Silvio Piola (Italia), Gino Colaussi (Italia), Gyorgy Sarosi (Hungaria), Gyula Zsengeller (Hungaria), Leonidas (Brasil).

Piala Dunia 1950 di Brasil
Kiper: Roque Maspoli (Uruguay)
Bek: Erik Nilsson (Swedia), Jose Parra (Spanyol), Victor Rodriguez Andrad (Uruguay)
Tengah: Obdulio Varela (Uruguay), Bauer (Brasil)
Striker: Alcides Ghiggia (Uruguay), Zizinho (Brasil), Ademir (Brasil), Jair (Rbasil), Juan Alberto Schiaffino (Uruguay).

Piala Dunia 1954 di Swiss
Kiper: Gyula Grosics (Hungaria)
Bek: Ernst Ocwirk (Austria), Djalma Santos (Brasil), Jose Santamaria (Uruguay),
Tengah: Fritz Walter (Jerman), Jozsef Bozsik (Hungaria)
Striker: Helmut Rahn (Jerman), Nandor Hidegkuti (Hungaria), Ferenc Puskas (Hungaria), Sandor Kocsis (Hungaria), Zoltan Czibor (Hungaria)

Piala Dunia 1958 di Swedia
Kiper: Harry Gregg (Irlandia Utara)
Bek: Djalma Santos (Brasil), Bellini (Brasil), Nilton Santos (Brasil)
Tengah: Danny Blanchflower (Irlandia Utara), Didi (Brasil)
Striker: Pele (Brasil), Garrincha (Brasil), Just Fontaine (Prancis), Raymond Kopa (Prancis), Gunnar Gren (Swedia)

Piala Dunia 1962 di Chili
Kiper: Viliam Schrojf (Rep Ceska)
Bek: Djalma Santos (Brasil), Cesare Maldini (Italia), Valeriy Voronin (Uni Soviet), Karl-Heinz Schnellinger (Jerman)
Tengah: Zagallo (Brasil), Zito (Brasil), Josef Masopust (rep Ceska)
Striker: Vava (Brasil), Garrincha (Brasil), Leonel Sanchez (Chili)

Piala Dunia 1966 di Inggris
Kiper: Gordon Banks (Inggris)
Bek: George Cohen (Inggris), Bobby Moore (Inggris), Vicente (Portugal),
Silvio Marzolini (Argentina)
Tengah: Franz Beckenbauer (Jerman), Mario Coluna (Portugal), Bobby Charlton (Inggris)
Striker: Florian Albert (Hungaria), Uwe Seeler (Jerman), Eusebio (Portugal)

Piala Dunia 1970 di Meksiko
Kiper: Ladislao Mazurkiewicz (Uruguay)
Bek: Carlos Alberto (Brasil), Atilio Ancheta (Uruguay), Franz Beckenbauer (Jerman)
Giacinto Facchetti (Italia)
Tengah: Gerson (Brasil), Roberto Rivellino (Brasil), Bobby Charlton (Inggris)
Striker: Pele (Brasil), Gerd Muller (Jerman), Jairzinho (Brasil)

Piala Dunia 1974 di Jerman Barat
Kiper: Sepp Maier (Jerman)
Bek: Berti Vogts (Jerman), Ruud Krol (Belanda), Franz Beckenbauer (Jerman), Paul Breitner (Jerman), Elias Figueroa (Chili)
Tengah: Wolfgang Overath (Jerman), Kazimierz Deyna (Polandia), Johan Neeskens (Belanda)
Striker: Rob Rensenbrink (Belanda), Johan Cruyff (Belanda), Grzegorz Lato (Polandia)

Piala Dunia 1978 di Argentina
Kiper: Ubaldo Fillol (Argentina)
Bek: Berti Vogts (Jerman), Ruud Krol (Belanda), Daniel Passarella (Argentina), Alberto Tarantini (Argentina)
Tengah: Dirceu (Brasil), Teofilo Cubillas (Peru), Rob Rensenbrink (Belanda)
Striker: Roberto Bettega (Italia), Paolo Rossi (Italia), Mario Kempes (Argentina)

Piala Dunia 1982 di Spanyol
Kiper: Dino Zoff (Italia)
Bek: Luizinho (Brasil), Junior (Brasil), Claudio Gentile (Italia), Fulvio Collovati (Italia)
Tengah: Zbigniew Boniek (Polandia), Falcao (Brasil), Michel Platini (Prancis), Zico (Brasil)
Striker: Paolo Rossi (Italia), Karl-Heinz Rum (Jerman)

Piala Dunia 1990 di Italia
Kiper: Sergio Goycoechea (Argentina)
Luis Gabelo Conejo (Costa Rica)
Bek: Andreas Brehme (Jerman), Paolo Maldini (Italia), Franco Baresi (Italia)
Tengah: Diego Maradona (Argentina), Lothar Matthaus (Jerman), Dragan Stojkovic (Yugoslavia), Paul Gascoigne (Inggris)
Striker: Salvatore Schillaci (Italia), Roger Milla (Kamerun), Jurgen Klinsmann (Jerman)

Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat
Kiper: Michel Preud'homme (Belgia)
Bek: Jorginho (Brasil), Marcio Santos (Brasil), Paolo Maldini (Italia)
Tengah: Dunga (Brasil), Krasimir Balakov (Bulgaria), Gheorghe Hagi (Rumania), Tomas Brolin (Swedia)
Striker: Romario (Brasil), Hristo Stoichkov (Bulgaria), Roberto Baggio (Italia)

Piala Dunia 1998 di Prancis
Kiper: Fabien Barthez (Prancis), Jose Luis Chilavert (Paraguay)
Bek: Roberto Carlos (Brasil), Marcel Desailly (Prancis), Lilian Thuram (Prancis), Frank de Boer (Belanda), Carlos Gamarra (Paraguay)
Tengah: Dunga (Brasil), Rivaldo (Brasil), Michael Laudrup (Denmark), Zinedine Zidane (Prancis), Edgar Davids (Belanda)
Striker: Ronaldo (Brasil), Davor Suker (Kroasia), Brian Laudrup (Denmark), Dennis Bergkamp (Belanda)

Piala Dunia 2002 di Korea/Jepang
Kiper: Oliver Kahn (Jerman), Ru?tu Recber (Turki)
Bek: Roberto Carlos (Brasil), Sol Campbell (Inggris), Fernando Hierro (Spanyol), Hong Myung-Bo (Korea Selatan), Alpay Ozalan (Turki)
Tengah: Rivaldo (Brasil), Ronaldinho (Brasil), Michael Ballack (Jerman), Claudio Reyna (AS), Yoo Sang-Chul (Korea Selatan)
Striker: Ronaldo (Brasil), Miroslav Klose (Jerman), El Hadji Diouf (Senegal), Hasan Sas (Turki)

Piala Dunia 2006 di Jerman
Kiper: Gianluigi Buffon (Italia), Jens Lehmann (Jerman), Ricardo (Portugal)
Bek: Roberto Ayala (Argentina), John Terry (Inggris), Lilian Thuram (Prancis), Philipp Lahm (Jerman), Fabio Cannavaro (Italia), Gianluca Zambrotta (Italia), Ricardo Carvalho (Portugal)
Tengah: Ze Roberto (Tengah), Patrick Vieira (Prancis), Zinedine Zidane (Prancis), Michael Ballack (Jerman), Andrea Pirlo (Italia), Gennaro Gattuso (Italia), Francesco Totti (Italia), Luis Figo (Portugal), Maniche (Portugal)
Striker: Hernan Crespo (Argentina), Thierry Henry (Prancis), Miroslav Klose (Jerman), Luca Toni (Italia)
»»  Baca Selengkapnya...

Inilah Pemain Tertinggi dan Terpendek di Piala Dunia 2010


ZIGIC ADALAH pemain tertinggi di piala dunia 2010 yang memiliki tinggi 202 cm, sebagian besar karirnya bermain di SPANYOL

Lahir di Backa Topola, Serbia, 25 September 180. Zigic mulai bermain dengan tim lokal, jaringan bermainnya cukup mengesankan, setelah itu ia bergabung dengan Red Star Belgrade pada tahun 2003.
Selama bertahun – tahun di klub itu, ia bermain 110 pertandingan dan mencetak 71 gol selama berkompetisi.
Racing Santander
Pada tanggal 29 Agustus 2006, Zigic menandatangani kontrak empat tahun dengan klub Spanyol Racing de Santander.

Pada tanggal 1 April 2007, ia mencetak gol pertamanya saat Spanyol melawan Athletic Bilbao dengan kemenangan 5 – 4 . pada saat itu ia membentuk permainan yang cukup tangguh dengan Pedro Munitis,
Valencia
Pada tanggal 8 Agustus 2007, Sky sport Mengerti bahwaValencia telah menawarkan Racing € 19.000.000 untuk Zigic,. Banyak klub-klub lain yang berusaha untuk mengontrak Zigic, seperti SV Werder Bremen dan Manchester City, yang pada akhirnya Valencia menandatangani pemain, keesokan harinya Valencia mengumumkan kesepakatan € 20.000.000 pada website resmi mereka. Setelah hari berikutnya dinyatakan fisiknya sehat, Zigic langsung diperkenalkan di Stadion Mestalla .
Karir Internasional
Meskipun ia menarik perhatian banyak orang untuk penampilannya dengan Red Star di liga Serbo-Montenegro, Zigic hanya memperoleh tempat reguler di tim nasional pada pertengahan 2005, setelah melakukan debut tahun sebelumnya di bawah pelatih llija petkovic .
kinerja yang sangat baik menjelang akhir kampanye kualifikasi 2006 di Jerman. pemain Tertinggi di semua 32 negara di Afrika Selatan 2010, telah menjadi pilihan otomatis bagi pelatih Serbia Radomir kuno, dan menjaring tiga gol dalam sembilan penampilan selama kualifikasi 2010 Afrika Selatan.

• Date of Birth: 25 September 1980
• Height: 202 cm
• Shirt number: 15
• Position: Forward
• Current club: Valencia (ESP)
• International Caps: 48
• International Goals: 16
• First international: Serbia and Montenegro – Norway (31 March 2004)

Aaron Justin Lennon (lahir 16 April 1987) adalah seorang Inggris pemain sepak bola Terpendek di piala Dunia 2010 yang bermain sebagai pemain sayap untuk Liga Premier klub Tottenham Hotspur dan tim nasional Inggris . Dia telah membuktikan dirinya sebagai salh satu pemain tercepat di dunia

Lahir di Chapeltown , Leeds , Lennon memulai karir profesional di Leeds United , di mana ia menjadi pemain termuda yang tampil di Liga Premier pada usia 16 tahun 129 hari.

Lahir di Chapeltown , Leeds , Lennon memulai karir profesional di Leeds United , di mana ia menjadi pemain termuda yang tampil di Liga Premier pada usia 16 tahun 129 hari, bermain di White Hart Lane melawan Tottenham Hotspur dengan skor 2-1 pada Agustus 2003.

Pada awalnya ia sebagai mahasiswa di Kota Leeds High School, kemudian ia melanjutkan pendidikannya di sekolah mitra ‘Leeds, Boston Spa Sekolah .

Dia pernah menjadi anggota Akademi Leeds United dalam waktu yang lama sebelum menembus tim pertama.

Karir Klub
Pada tahun 2001, ia memecahkan rekor sebagai pemain termuda yang pernah mensponspori sepatu Adidas pada usia 14 tahun.

Lennon mencetak gol satu-satunya untuk Leeds melawan Sunderland dengan skor 3 – 2 pada tahun 2004. Lennon sudah biasa di tim itu, ketika John Oster dipecat Lennon mengambil tempat dan tidak pernah menoleh ke belakang dan menjadi starter reguler kala itu.

Kecepatan dan keterampilannya di sayap sangat diperhitungkan, dan ia adalah salah satu pemain bintang di musim pertama “Leeds” di bawah manajement Kevin Blackwell.
Keterlibatan terakhirnya di Leeds bermain dan mencetak gol di Lucas Radebe ‘s testimonial. Kakaknya Anthony juga di Akademi Leeds, tapi tidak pernah berhasil masuk ke tim pertama karena ia terlibat dalam sebuah kecelakaan mobil.

Dengan masalah keuangan Leeds ‘Lennon dijual kepada Spurs untuk biaya sangat berkurang, dengan menjual pada klausa dimasukkan ke dalam kesepakatan.

Karir Internasional
Lennon dipanggil ke tim Inggris U-21 tim untuk pertama kali pada bulan Oktober 2005 dan pada tanggal 8 Mei 2006, ia diangkat oleh Inggris ‘s Piala Dunia FIFA 2006 squad, meskipun hanya 19 tahun.

Lennon datang sebagai pengganti untuk Inggris pada tahap kedua pertandingan grup Piala Dunia 2006 (penampilan pertama final Piala Dunia) melawan Trinidad dan Tobago.

Inggris mencetak dua gol, dengan kedatangan Wayne Rooney di lapangan inggris memenangkan pertandingan dengan kemenangan 2 – 0. Ada beberapa saran dari penggemar untuk menggantikan David Beckham dengan lennon di sisi kanan lapangan.

Lennon kemudian bermain di pertandingan perempat final melawan Portugal dengan tujuan sebagai pengganti David Beckham yang dalam keadaan cidera.

Lennon juga datang sebagai pengganti melawan Andorra selama Euro kualifikasi dan membuat dampak yang sangat bagus dengan membantu Peter Crouch untuk gol kedua setelah menerima bola untuk pertama kalinya.

Lennon memulainya untuk Inggris melawan Israel di kualifikasi Euro pada 24 Maret 2007 dan empat hari kemudian, ia kembali dipilih dalam tim inti melawan Andorra, Hal ini terbukti penampilannya yang terakhir sangat baik.
28 Maret 2009 bahwa ia dipilih kembali oleh Inggris, dalam pertandingan persahabatan dengan Slowakia di Stadion Wembley .

Lennon kembali lagi di pilih oleh Inggris ketika mereka bermain Ukraina pada 1 April 2009 di Stadion Wembley, meskipun Lennon digantikan di kedua game untuk Beckham.

Dia dipanggil untuk pertandingan persahabatan melawan Slovenia dan kualifikasi Piala Dunia versus Kroasia , dan dinamai Nationwide Man of the Match untuk menang 5-1 atas Kroasia.

Lennon berhasil masuk ke skuad 23-orang, terakhir dengan Inggris untuk Piala Dunia. Pada pembukaan dua pertandingan di Piala Dunia Englands dalam 1-1 antara Amerika Serikat dan dalam hasil imbang 0-0 dengan Aljazair.

* Date of Birth: 16 April 1987
* Height: 165 cm
* Shirt number: 7
* Position: Midfielder
* Current club: Tottenham Hotspur (ENG)
* International Caps: 19 * International Goals: 0

* First international: England – Jamaica (3 June 2006).
»»  Baca Selengkapnya...
Yahoo bot last visit powered by  Ybotvisit.com bola-mania-football.blogspot.com 2010-11-09 monthly 0.5