search

Solo The Spirit of Java

Solo The Spirit of Java
Welcome to my blog
Share |
Tampilkan postingan dengan label lpi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lpi. Tampilkan semua postingan

Persibo Perketat Pengawasan Tiket

Manajemen Persibo Bojonegoro kecolongan saat klubnya tersebut menjamu Minangkabau FC di pentas Liga Primer Indonesia (LPI) pada tanggal 13 Februari silam.

Saat itu dua petugas tiket masuk stadion tertangkap basah tidak menyobek tiket yang digunakan penonton untuk masuk, dan tiket tersebut langsung dilempar ke calo untuk dijual lagi ke penonton yang belum mendapatkan tiket.

Mengetahui hal tersebut, manajemen Persibo langsung menindak kedua petugas tiket tersebut beserta calo-calo yang bekerja sama dengan mereka, dengan melaporkan mereka ke pihak yang berwajib.

Agar tidak terulang lagi, Persibo akan menempatkan satu pengawas di setiap pintu stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro. Stadion yang memiliki lima pintu masuk tersebut selalu dipenuhi suporter fanatik Persibo saat klub kesayangan warga Bojonegoro tersebut bertanding.
»»  Baca Selengkapnya...

Riedl: Semoga Pemain Tak Terpengaruh Demo

Pelatih Timnas Indonesia U-23, Alfred Riedl, berharap anak asuhnya tak terpengaruh dengan maraknya demonstrasi suporter terkait Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid.

Sewajarnya Riedl cemas karena bisa jadi kejadian tersebut membuat Yongky Ariwibowo cs terganggu persiapannya jelang leg kedua melawan Turkmenistan, 9 Maret mendatang. Mereka membutuhkan dua gol ke gawang Turkmenistan untuk lolos ke Pra Olimpiade 2012.

"Saya tidak tahu apakah pemain terpengaruh dengan aksi demonstrasi itu atau tidak. Tapi semua media di sini membuat berita itu menjadi headline, karena sepakbola olahraga populer. Kemungkinan pemain membaca beritanya atau melihat di televisi,” ujar Riedl.

“Saya berharap pemain tidak terpengaruh dengan demonstrasi itu, dan berkonsentrasi penuh menghadapi menghadapi pertandingan melawan Turkmenistan.”

Ditanya soal demonstrasi itu, pelatih asal Austria ini mengaku dirinya tidak mengikuti perkembangan unjuk rasa pro dan kontra terhadap Nurdin.

“Saya tidak mau berkomentar mengenai hal itu. Saya tidak tahu siapa yang benar dan siapa yang salah. Jadi, saya tidak mau berkomentar. Saya baru melihat yang seperti ini. Aksi warga turun ke jalan adalah sesuatu yang jarang terjadi,” tegasya.

Sementara itu rombongan "Garuda Muda" sedianya akan berangkat lebih cepat empat atau lima hari sebelum pertandingan guna adaptasi dengan cuaca yang dipastikan akan lebih dingin disana.

"Rencananya memang berangkat lebih awal. Sekitar hari Jumat atau empat-lima hari sebelum pertandingan. Namun, sampai sekarang tiket belum ada," ujar asisten pelatih, Wolfgang Pikal, Sabtu (26/1).

Timnas sendiri sepertinya akan kehilangan pencetak gol tunggal Indonesia ke gawang Turkmenistan, Tinus Bonai (Tibo) di leg pertama lalu.

Pemain Persipura Jayapura itu mengatakan tengah cedera dan belum tahu apakah akan dimainkan atau tidak.

"Saya tak tahu, apakah nanti bisa main atau tidak. Kaki saya masih sakit karena cedera lawan Turkmenistan lalu," kata Tibo.

Pemain kelahiran 4 Maret 1989 ini, mengaku akan sangat kecewa bila tak bisa bermain di leg kedua nanti. Meski peluang untuk menang di Turkmenistan kecil, ia tetap ingin berjuang bersama skuad timnas U-23.

"Saya tak tahu peluangnya seperti apa, tapi semua berharap hasil yang maksimal," katanya.
»»  Baca Selengkapnya...

Menpora Bantah Melakukan Intervensi

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng menyatakan bahwa pemerintah tidak melakukan intervensi kepada PSSI. Andi mengatakan bahwa yang dilakukannya hanya sebatas pengawasan dan pembinaan terhadap organisasi olahraga di Indonesia.

"Pemerintah turun tangan dalam olahraga nasional hanya untuk mengawasi dan membina. Pemerintah tidak akan terlalu ikut campur, karena semua sudah terukur dan kami masih memberi kesempatan untuk organisasi yang bersangkutan menyelesaikan masalah mereka dengan aturan sendiri," ujar Andi Mallarangeng di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung.

Andi mengungkapkan bahwa pemerintah berhak untuk menegur oraganisasi olahraga nasional yang berjalan tidak sesuai denan aturan dan undang-undang yang berlaku. Pemerintah melakukan hal tersebut kepada semua organisasi olahraga di Indonesia bukan hanya pada satu organisasi saja, dalam hal ini PSSI.

Menurutnya meskipun PSSI berada di bawah FIFA, PSSI tetap harus mengikuti peraturan dan undang-undang yang berlaku di Indonesia karena PSSI adalah salah satu organisasi yang berdiri di negara Indonesia.
»»  Baca Selengkapnya...

Manado United Target

Pelatih Manado United Muhammad Zein Alhadad memasang target mencuri satu angka dalam laga tandangnya melawan PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta pada pertandingan Liga Primer Indonesia [LPI] hari ini.

Menurut Alhadad, mendapatkan satu poin di kandang PSM merupakan target realistis yang bisa diraih anak asuhnya. Pengalaman PSM di persepakbolaan nasional menjadi salah satu pertimbangan Alhadad. Selain itu, PSM juga sulit dikalahkan di kandang sendiri.

“Kualitas pemain PSM, baik lokal maupun asing, lebih baik dibandingkan kami. Selain itu, mereka juga unggulan pengalaman. Ditambah mereka main di hadapan suporter fanatiknya. Hasil imbang saya pikir sudah realistis,” ujar Alhadad.

“Walau begitu, peluang kami untuk memetik kemenangan juga cukup terbuka. Saya berharap para pemain lebih tenang, fokus, dan konsentrasi penuh sepanjang 90 menit untuk menjaga pergerakan pemain lawan.”

Alhadad mengungkapkan, kendati PSM memiliki striker yang bagus, hal itu tidak membuat tim besutannya memperagakan permainan bertahan. Alhadad menjanjikan Manado United bakal memainkan permainan agresif.

Menghadapi PSM, Alhadad tidak diperkuat dua pemain andalannya, Jefry Mangimbulude dan Eugene Dadi. Nama terakhir sempat tidak senang dengan keputusan Alhadad yang menariknya keluar di babak pertama ketika menghadapi Real Mataram beberapa waktu lalu.
»»  Baca Selengkapnya...

Komisi Etik FIFA Diminta Tinjau Kasus PSSI

Melalui surat ketua Pengda PSSI Jawa Tengah, Sukawi Sutarip, Komisi Etika FIFA diminta turun tangan menengahi masalah pelanggaran yang dilakukan ketua umum PSSI, Nurdin Halid.

Surat tersebut ditujukan kepada sekjen Jerome Valcke dan salinannya dialamatkan kepada ketua Komisi Etik FIFA, Claudio Sulser. Surat tersebut muncul menyusul kerisauan atas posisi Nurdin di Indonesia. Ada beberapa pelanggaran yang dilakukan Nurdin dalam mempertahankan kekuasaannya.

Sebelum terpilih kembali sebagai ketua umum PSSI tahun 2007, Nurdin menjalani dua hukuman pidana. Nurdin harus menghabiskan 17 bulan di hotel prodeo dan hebatnya masih bisa mengendalikan PSSI.

Menurut World Football Insider, yang melihat isi surat tersebut, ada beberapa poin pelanggaran yang dituduhkan kepada Nurdin, yaitu keterlibatan dalam tindakan kriminal yang melanggar kode etik FIFA; tidak bersikap netral dalam hal politik, yang melanggar statuta FIFA; manipulasi proses pemilihan; serta sejumlah miskelola lain dalam menjalankan PSSI dan sepakbola Indonesia.

Poin-poin tersebut sudah dikantungi wakil presiden FIFA, Geoff Thompson. Sukarip bahkan bersedia jika sewaktu-waktu diminta keterangan oleh FIFA terkait isi surat yang dikirimkannya. Thompson akan memimpin pertemuan Komisi Asosiasi FIFA, Selasa (1/3) mendatang.

Namun, Thompson, yang mengepalai komisi tersebut, menolak berkomentar. Begitu juga dengan Valcke.

Jika surat Sutarip ditanggapi serius, ada kemungkinan Komisi Etika FIFA bergerak. Komisi tersebut berhak menyelidiki masalah tanpa dipengaruhi Komisi Eksekutif. Ada pula dugaan sejumlah anggota Komisi Eksekutif berupaya membela Nurdin karena dianggap sekutu mereka di Indonesia.
»»  Baca Selengkapnya...

John Taihuttu Ingin Sumbangkan Ilmu Ke Indonesia

Pelatih keturunan Maluku ini merasa ilmunya lebih berharga jika disumbangkan ke tanah air.

Selain ratusan pemain keturunan, sepakbola Belanda juga menyimpan sejumlah pelatih keturunan Indonesia. Salah satunya adalah bekas penyerang kondang VVV Venlo yang kini menjadi staf pelatih Fortuna Sittard, John Taihittu.

Pria 56 tahun keturunan Maluku ini merasa yakin bisa memberikan sumbangan bagi sepakbola negara leluhurnya berkat pengalaman segudang sebagai pelatih. Taihittu kini menjadi salah satu pelatih sekaligus pemantau bakat andalan Fortuna untuk kawasan Belanda selatan. Tugas tersebut membuatnya harus bersaing dengan klub lain, seperti Roda JC Kerkrade, MVV Maastricht, VVV, dan bahkan Racing Genk.

Sepakbola Belanda dikenal memiliki peraturan hanya dapat merekrut pemain muda ke akademi sebuah klub yang berlokasi di radius tertentu dari tempat tinggal sang pemain.

"Setiap pekan kami harus mendatangi klub-klub kecil dalam radius 50 kilometer untuk mencari bakat berusia kira-kira delapan tahun dan bersaing dengan klub-klub lain di selatan Belanda ini," tukas Taihittu kepada RNW.

"Di Belanda ini setiap klub Eredivisie dan Eeerstedivisie memiliki punya tim yunior A1, B1, hingga C1. Pelatih untuk tim yunior mereka harus memenuhi syarat ketat sebagai pelatih dan pendidik."

Saat ini, Taihittu menjadi pelatih tim yunior B1 atau untuk pemain kelompok usia 16-17 tahun. Tidak sembarang orang bisa menjadi pelatih tim tersebut karena hanya ada 18 pelatih dari klub Eredivisie serta 18 pelatih klub Eerstedivisie yang dipercaya menangani tim B1 masing-masing.

Salah satu pemain didikan Taihittu adalah kapten timnas Belanda saat ini, Mark van Bommel. Bahkan Bung Johnny, demikian panggilan akrabnya, pernah memarahi Van Bommel ketika mendapat angka merah di sekolah.

"Kami tidak pasang Mark di tim utama bukan karena kualitasnya, tapi karena ada dua nilai merah di rapornya. Dia harus lulus dua angka itu sebelum dipasang lagi di dalam tim," kisahnya.

"Untuk melatih tim B1, saya dituntut memiliki kemampuan sebagai seorang pendidik. Selain melatih, saya juga harus menjadi guru yang tegas dan disiplin."

Berkat pengalaman yang sarat, Taihittu mengaku dapat menilai kemampuan seorang pemain usia muda dari caranya berjalan dan berlari.

"Dari cara dia berjalan dan berlari tanpa bola saja saya bisa mengenali, anak itu punya bakat atau tidak. Biasanya sembilan dari sepuluh dugaan saya terbukti," sambung pelatih yang lancar berbahasa Indonesia ini.

"Kalau anak dilempar bola, kita bisa langsun tahu responnya. Di lapangan, kita bisa langsung melihat pemain bertanding. Perhatikan apa yang dilakukannya ketika menguasai bola."

"Ketika bermain empat lawan empat, kita bisa tahu keterampilan seorang pemain. Kalau seorang bisa memainkan bola dan menempatkannya di pundak, itu tidak istimewa. Saya justru ingin melihat pemain itu ketika tidak sedang menguasai bola."

"Seorang bintang sepakbola harus sudah mendapat pendidikan bola sejak usia dini, maksimal usia sepuluh tahun. Tanpa pendidikan panjang di klub, mustahil bisa berhasil. Jangan lupa, Lionel Messi saja sudah masuk Barcelona sejak usia sepuluh tahun."

Terakhir, sebelum pensiun dari dunia sepakbola, Taihittu memiliki satu harapan.

"Dengan sisa masa aktif yang tinggal beberapa tahun ini, saya ingin menyumbangkan ilmu dan tenaga untuk tanah leluhur," tukasnya.

"Ilmu saya lebih berharga untuk diturunkan kepada pemain muda Indonesia daripada di Belanda."
»»  Baca Selengkapnya...
Yahoo bot last visit powered by  Ybotvisit.com bola-mania-football.blogspot.com 2010-11-09 monthly 0.5